Bunny Egg Cover

Bunny Egg Cover

I join a craft club here in Stockholm called The Craft Lab and every month they have a challenge that every member could challenge their creativity and answer it. This August month is about ’Festival’ and when I heard it, the first time that came to my mind is Christmas. I tried to dig in and search what should I make when I came across a thought about Easter! Yes, Easter celebration and it would be quite cute for A later on to decorate her eggs. Then I search for some inspiration and I got it from Islaura blog  with some adjusment because when I tried to follow the pattern the shape was not that cute as in the picture😀

So this is my interpretation of ’Festival’ challenge host by The Craft Lab Stockholm.

Bunny Egg Cover

Material : Schachemayr Nomotta Catania yarn ( 3 different colours)

Crochet hook : number 3

Abbreviations: sc (single crochet), sts (stiches), increase 2à1 ( work 2 single crochet in 1 stich), decrease 1à2 (work 2 stiches in one sc)


Round 1: Start with a magic circle, work 8 sc into the circle. (8 sts)

Round 2: 2à1 (16 sts)

Round 3 and 4: Work one round of sc. (16 sts)

Round 5: *1 sc, then 2 sc in the next stich.* Repeat it for the whole round. (24 sts)

Round 6: Work one round of 1 sc. (24 sts)

Round 7: *1 sc, then 2 sc in the next stich.* Repeat it for the whole round. (32 sts)

Round 8-13: Work one round of 1 sc. (32 sts)

Slip stich, fasten off and weave in the yarn ends.

Bunny Egg Cover

Bunny’s Ear

I made two of this.

Make 13 chain and work  1 sc around it with 2à1 the end of those 13 sts, so your round would have 25 sts. Change your yarn and work 1 sc one more round and with 2à1 at half way you make the round. So you will have 26 sts in your round.


I made two of this.

Round 1: Work 5 chain.

Round 2: Work 5 sc in the chain. (5 sts)

Round 3: *3 sc, 1à2* Decrease (4 sts)

Roung 4: *2 sc, 1à2* Decrease (3 sts)

Round 5: *1 sc, 1à2* Decrease (2 sts)

Round 6: 1à2 Decrease (1 st)

Round 7. Make 7 chain

Fasten off.

Note: you can adjust or add the round of the cap depend on the size of your egg.

Bunny Egg Cover

I am apologize for the pattern if you found it difficult to understand. This is the first time I wrote a pattern by myself. If you happen to live in Stockholm and has questions about this, we could meet up and I could show you how to make these bunny egg covers. Or, you could join us in The Craft Lab community which also has an Instagram account with the same name @thecraftlab  and Facebook group . See you there🙂

Stockholm, dym17082016

Posted in 2016, Craft, Crochet, delights, Hobby, photography | Tagged , , , | 1 Comment

Dandelion: a Silent Dancer Who Wears Tutu

Dandelion a Silent Dancer Who Wears Tutu_1 kopia

One fine day on the way home from my morning walk, my eyes caught this beautiful Dandelion flower stood alone in the field near our home. It was located quite far away from the other dandelions and when I took a look closely, it told me a story. I could see that it looks like a dancer who wears tutu skirt, suddenly I said to myself, Dandelion: a silent dancer who wears tutu. After that… I found myself spent more than one hour just to capture it from many different angles to be able to tell you the same story as it told me.

As we know that dandelion is a flower that no body wants to have in their garden, even though this beauty has so many benefits. One of them is you can use as a tea and more about what are hidden in a dandelion you could read it here. I wouldn’t say that I want to have them in my garden, in fact I take them off as soon as I see the leaves on the grass. Honestly, I myself never try to make something of it but I know couple of friends use this yellow flower as herbs or salad in their meal. Maybe next year, I should begin to try to use them in our daily life. Why not this year? I didn’t see any fresh flowers around us anymore, only flowers that left as you see on pictures on this post.

Dandelion a Silent Dancer Who Wears Tutu_4 kopia

Maybe you see that dandelion on my pictures are not the perfect one but its imperfection that made me enjoy taking shot after shot. Through my eyes and camera, I could see the beauty from the imperfection that this flower has. As you read on the tittle of this blog that the story is about a silent dancer who is brave enough to stand alone in the field. I could sense that this dancer doesn’t really care what others think about her, she keeps dancing with the wind which blows slowly and help her to more her body. She was fine even though she is separated with others dandelions which stood in the other side of the field. Around her was lots of higher plants such as maple trees, lilac bushes, grass and many other wild plantation. The dancer showed me that it is okay to be different, it gave me understanding that you still can give something even though you are not perfect. Dandelion never expect something in return, she loves to give and give and make people who stop by feel the joy of her dance and smile is definitely there for those who is able to capture the story. I was there and I felt joy and peaceful feeling and wanted to dance with dandelion. Therefore… I would like to say thank you to the silent dancer who wears tutu.

Dandelion a Silent Dancer Who Wears Tutu_3 kopia

I know, it sounds weird but that was the story that played in my head on those minutes I spent in the field. Some people who walked with their dogs passed me with smile, no chat this time, just exchange some gleam to each other. As if they understand that I am in another world and they don’t want to disturb my conversation with dandelion. Or maybe they just getting used to see me with my camera, going around the area and stay for sometimes in one spot. I am so happy to make a decision to bring my camera that morning. Maybe if I didn’t have my eyes extension, I would missed the great story behind a Dandelion flower. When I took my step away from there, I found myself said softly to the dancer…

”See you next year silent dancer with another story to tell, another joy to share!”

Dandelion a Silent Dancer Who Wears Tutu_2 kopiaAfter a couple of meters, I look back and I could see that my dancer was dancing along with the fresh wind and birds which were flying low while they chirp happily. Smile was still on my face until I turn in the corner of the road towards our house. The story is stay with me and it plays everytime I see these photos. I don’t know if you are agree with me but hopefully you would enjoy to see these shots as I do. If you happen to have a similar story, do share with me…because I would be more than happy to sit down and listen to it. Good bye for now and would see you again in another tale.

Stockholm, dym12062016

Posted in 2016, flower, nature, photography, Stockholm, Sweden, thought | Tagged , , , , , , , | 2 Comments

Saya Kangen Bali

Aku Kangen Bali_4

Jangan tanya saya kenapa? Karena saya sendiri tidak tahu apa sebabnya!

Jujur, saya belum pernah merasa kangen yang begitu dalamnya seperti beberapa bulan terakhir ini. Saya sudah merantau sejak tahun 2000 dan sejauh saya ingat, tidak pernah saya terjebak dalam lautan rasa rindu seperti sekarang ini. Dulu, kalau saya kangen, cukup dengan berbicara dengan keluarga di Bali sudah cukup membuat saya terlepas tanpa beban dan menjalani kehidupan saya tanpa ada rasa kangen yang mengganggu pikiran ataupun mengganggu aktivitas saya selama ini. Namun kali ini berbeda… dan yang membuat saya kesal adalah saya tidak bisa menhentikannya seperti dulu. Berkali-kali saya berbicara dengan keluarga dan beberapa teman sepermainan dulu, namun rasa rindu itu tetap melekat…erat!!! Sayapun harus mengaku kalah kali ini, tanpa sebab… tanpa tahu apa yang bisa membantu saya untuk setidaknya menghalau sedikit rasa kangen ini. Saya terjebak!!! (kalau saya boleh gambarkan bagaimana keadaan saya sekarang).

Aku Kangen Bali_5_tonemapped kopia_2

Ini bermulai sejak bulan Maret kemarin, semakin saya berusaha mengatakan pada diri sendiri bahwa rasa kangen ini akan berlalu, semakin rasa itu mengikat saya. Ketika saya mencoba untuk menerima dan menganggap hal ini serius, rasa itu bukannya berkurang, malah tetap memberangus saya dalam kebingungan mencari alasan apa yang sebenarnya yang membuat rasa rindu itu ada. Seperti saya bilang, jangan tanyakan apa yang membuat saya begini, karena saya sendiri masih dalam proses menemukan jawabannya. Sampai saya akhirnya mengakui dan mencoba mencari sudut pandang lain baik itu dari suami tersayang, kakak dan teman namun jawaban itu belum saya genggam. Saya masih berkubang di ketidaktahuan ini. Bahkan rasa kangen ini sempat membuat saya bermimpi beberapa malam tentang Bali, tentang perjalanan yang sebelumnya tidak ada dalam pikiran. Tentang sebuah keinginan untuk diam, hanya dengan diam menyusuri setiap sudut pulau kecil tempat saya dilahirkan. Terkadang saya seperti mendengar suara-suara yang semakin jelas memanggil saya untuk datang, walaupun terkadang saya mencoba menepisnya dengan menyibukkan diri dengan segala kegiatan sebagai ibu, istri, menantu, murid dan berbagai kegiatan dalam keseharian saya. Namun kali ini saya tetap gagal dan saya masih bergelut dengan berbagai tanya dalam diri.

Aku Kangen Bali_3

Anehnya, kali ini saya ingin pergi sendiri. Kalaupun dengan A dan P, dalam pikiran saya terbersit untuk menitipkan A dengan kakak saya dan P mungkin saya carikan kesibukan sendiri seperti bermain golf atau kegiatan lain. Keinginan untuk menjelajah pelosok Bali hanya sendiri saja sudah saya utarakan pada P dan seperti biasa suami tersayang saya ini mengerti dan bahkan menganjurkan saya untuk pergi bersama A saja. Dia tahu bahwa hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya, hal dimana saya yang meminta untuk pulang (biasanya P yang meminta untuk bisa pulang ke Bali, sedangkan saya yang biasanya enggan untuk pulang). Bahkan saya sudah sempat mencari tiket pesawat untuk ke Bali, namun niat itu belum bisa terlaksana hingga saat ini tertulis. Ada beberapa hal yang lebih penting yang harus saya dahulukan walaupun itu artinya saya harus rela merasakan kangen yang terus terang cukup mengganggu. Saya masih berharap dalam waktu dekat rasa ini akan hilang, atau…setidaknya berkurang sampai kesempatan untuk mencium tanah air saya dapatkan lagi.

Aku Kangen Bali_6

Saya cengeng kali ini, menuliskan keinginan ini saja sudah cukup membuat mata saya berair, duduk sendiri di kamar kosong dimana biasanya mertua tidur saat mereka mengunjungi kami di Stockholm. Sebenarnya ingin rasanya menyembunyikan ini hanya untuk keluarga terdekat saja, namun hari ini saya memutuskan untuk menuliskannya dengan harapan ini akan menolong saya. Mungkin dengan mengatakannya pada semesta, maka saya akan menemukan sebuah kedamaian yang bisa saya pakai sebagai pegangan untuk menunggu beberapa bulan lagi, sampai tugas yang ada di hadapan saya selesai. Dalam hal ini, saya tidak takut mencoba walaupun mungkin ini akan terlihat seperti sebuah kelemahan, saya pun tidak ragu mengatakan kalau saya lemah kali ini.

Aku Kangen Bali_7

Tadi sempat berdiskusi tentang kemungkinan untuk saya dan A pulang, pada bulan-bulan dimana P memilih untuk tinggal di Swedia dan memberikan saya kesempatan untuk menikmati Bali hanya dengan putri kami. Memberikan saya waktu untuk mencari jawaban itu sendiri, mungkin ada sesuatu yang harus saya selesaikan sendiri, tanpa bantuan orang lain. Saya merasa seperti ada yang menunggu saya di pulau kecil itu, suara-suara yang nantinya bisa saya ajak diskusi dan mencari jalan terbaik untuk ke depannya. Jujur, saya tidak mau berlama-lama berada di situasi seperti ini. Saya sadari, ada tugas yang belum saya sempat saya selesaikan ketika saya pulang tahun lalu. Mungkin tugas inilah yang menghantui saya untuk dijalani, untuk diresapi dan untuk dihadapi sendirian saja.

Aku Kangen Bali_6

Lagu-lagu Indonesia dari Chrisye, Iwan Fals, Padi, Dewa 19, Sheila on 7 menemani saya perlahan mengetik kata-kata terakhir untuk kali ini. Saya merasa lebih baik walaupun kangen itu masih ada. Setidaknya airmata ini sudah terhenti dan saya siap menikmati sisa hari kali ini. Menemani A bermain dan memanfaatkan sisa liburan musim panas yang hanya tinggal beberaa hari. Minggu depan kami sudah kembali ke kegiatan masing-masing, P kembali bergelut dengan pekerjaannya, A kembali ke pre-school dan saya kembali sibuk dengan buku-buku dan bertemu dengan teman-teman yang hampir 2 bulan ini tidak saling bersua walaupun komunikasi masih kami lakukan lewat aplikasi Whatsapp.

Aku Kangen Bali_1

Terima kasih teman, sudah mau mendengarkan saya kali ini. Saya akan baik-baik saja *tersenyum samar penuh harap*.

Stockholm, dym02082016

Aku Kangen Bali_2

Posted in 2016, Bali, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography | Tagged , , , , | 6 Comments

The Girl Who Always Brings Rainbow

The Girl Who Always Brings Rainbow_6

Two years ago, there was a little girl born on one rainy day in the summer time. She wasn’t crying at all but smile to her mom who held her for the first time. Beside them, there was her dad, standing with no words but his eyes show some tears and full of happiness and pride for his little girl who finally he met in person. Three of them promise to each other to love and support each other in their new journey together. New capital in their book of life was just begun with a new member of a team, a solid and unbeatable team.

The other part of Sweden, there were two lovely people who were with them from the minute they arrived in hospital until the new face of the future was born. Two people who had been waiting for this moment for quite sometimes, two people who we believe in tears of happiness to read a sms from their son about a little girl who came to the world to complete them as a family. Farmor and Farfar were not sleeping to wait for the news and they couldn’t wait to meet their princess.

The Girl Who Always Brings Rainbow_1

While far far away…in the other continent of this world, in Bali, Indonesia…there were beloved ones who were also excited to hear the new beginning. There were all awake to get some message on their phone, a photo of a little angel that will bring another story in our big family. A girl whom they will spend time to explore the beauty of not only Bali but Indonesia. They wished to see little miss Sunshine for real but because of the distance they had to wait and happy to receive one or two or more pictures of her every day, every week, month and year till finally got chance to hold her.

We have been blessed to be her parents. A girl who is never give us any trouble, the girl who sleep through the night since she was 5 days old. A baby who behaves so well till now. Her name is combination of our grandma’s names. I dreamt of the complete name when we lived in the UK back in 2006. Woke up with a little bit confusion how I recognized only one name, Kartika, which was one of my grandma’s name. I asked Papa P that time and yes…the other names, Agnes and Linnea, were his grandma’s name. Weird…that was a word in my mind at the time because it was like happen in reality that five of us (Farmor and Farfar was there too) inside the hospital bed where I was lying and holding a baby girl. We discussed about a name and we all agreed that we use this beautiful name for our little precious. At that time, we hadn’t thinking to have a baby in our married life yet. We decided to enjoy each other company, getting to know the real us and at the same time to prepare how we could be a great parents, a good example for our next generation. In our mind, being a parent is not an easy task but joyful for sure. We think that we have to be ready before we could build our nest with one or two mini us whom we will give our full attention and love unconditionally. Being a parent is fulltime job, a challenging job which could test our strength, patience, ego, knowledge, our commitment and how far we are willing to sacrifice our life to serve our kids, especially when our kids still small and need us the most.

The Girl Who Always Brings Rainbow_5

So far we did it well even though there are always something that we could do better but no regrets att all. A is a happy little miss Sunshine who eats all kind of vegetables since she was 6 months. She never have trouble to sleep through the night and never been a cranky baby. Of course she could get tantrum too but it is easy to handle and it won’t last so long. With hugs and calm explanation, she would be fine again. She is very understanding in many different occasion and many people amazed how well she behaved in the crowd or any given time. Sometimes, she surprised us with her knowledge and how she observed the information and able to deliverer it to us and others. She is the one who always finding a way to make us laugh, sometimes just with a simple act or expression of her cheeky face. (Not so baby) A loves to cuddle and being cuddled by us or other family member even some friends. She is an easy going little girl, loves nature, couldn’t sit still for long time and has a very curious mind. No one could stop her if she decide to fokus to do something that interest her. I call her my beatiful dancer because she will dance as soon as she hears music and own the move she made.

The Girl Who Always Brings Rainbow_2

Our baby favorit drink is still water. Sometimes she amazed me by choosing water rather than any other drink that kids usually love to drink. A never afraid to try any kind of food that we offer to her, the matter of she like it or not is not important to us and we are grateful she has this ability. She is definitely not a picky eater and for us this is another key point because she would be travel quite a lot in many different continents and we are never worried about bringing food from home. When we were in Bali last year, she ate a fruit/vegetable called ’Belimbing Wuluh/Sayur’ which has latin name Averrhoa Bilimbi which made her uncle (who took her to a neighbour) freak out and amazed because this fruit/vegetable is very sour and even adult is finding hard to eat it fresh. Yet again, this is A, a little girl who is unique and willing to try every fruits and vegetables.

The Girl Who Always Brings Rainbow_4

A teaches us a lot about life, from a simple thing till the most complicated one. Spending time with her give us deeper understanding that we can create our own happiness, we can choose either being happy or being miserable since we open our eyes in the morning. As a adult, we are quite good in compromise on any kind of things or situation but A taught us since she was born and now we even more understand and willing to compromise even more to anything. This little angel also showed us that we able to do something that we never ever thought that we are able to do. She is the one who always brings rainbow in our cloudy day, she is the one who could turn our frustation become power to get up and make it better. A is the one who makes us never lose hope for everything, even when we think that there is no way out. She is complete us in her unique way, therefore we are forever grateful for this gift from God, to have chance to be A’s parent.

The Girl Who Always Brings Rainbow_3

”Happy birthday Sunshine, be yourself and don’t be afraid of the challenges that life throw at you. Dream big, our precious one! Be a dream catcher, be kind to others, be anything you want to be and be the one who never lose faith in humanity. As your Dad ever said to me, the sky is the limit. May God showers you with health and his blessing on you in every step you make. Mom and Dad will be here for you and we love you unconditionally girl! ”

Stockholm, dym 30062016

Posted in 2016, photography, Stockholm, Tentang A, thought | Tagged , , | 4 Comments

Di Kala Hujan Menyapa Bumi

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_5 kopia

Hujan seharian di luar sana, sempat keluar sebentar mengantar putri tersayang untuk main air dan berlari di bawah hujan. Mengingatkan aku akan masa kecil, dimana berada di bawah hujan itu adalah suatu momen yang sangat ditunggu-tunggu. Tidak perduli apakah badan sudah basah kuyup dan mulai kedinginan, yang ada hanya sebuah harmoni ketika hujan menyentuh permukaan kulit.

Ketika cuaca seperti ini menghampiri, ada banyak pikir yang mampir di kepala ini. Tentang hidup, tentang langkah yang sudah diambil, tentang mimpi yang sudah tercapai dan bahkan tentang mimpi yang masih belum ada di dalam genggaman. Terlebih hari ini, banyak pikir tentang sebuah pertemanan dan orang-orang di sekitarku.

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_1 kopia

Terkadang, kita merasa bimbang juga kala melihat ke belakang, memutar lagi peristiwa-peristiwa yang beberapa masih menimbulkan tanya yang kembali menyeruak bersamaan dengan mendung yang menutupi langit. Terbersit suatu harapan untuk bisa kembali dan melihat apa sebenernya yang bisa diperbaiki, tapi… ada bisikan pelan,

”Kamu tidak bisa membahagiakan semua orang Deni! Sebaik apapun kamu berusaha, pasti selalu saja ada yang tidak sempurna, pasti ada saja orang yang akan tidak suka denganmu. Namun dari situ kamu belajar, belajar jadi manusia yang lebih baik lagi hari ini”

Ya… aku tersadar! Aku tidak akan bisa membuat semua orang tersenyum dan tertawa. Pasti selalu saja ada cibiran dan omongan negatif di sekitarku. Aku hanya seorang manusia, pasti saja akan melakukan banyak kesalahan. Kesalahan yang nantinya bisa mengajarkan aku apa yang benar, kesalahan yang nantinya bisa aku jadikan salah satu batu pijakan untuk melangkah lagi. Kesalahan yang mengingatkan aku untuk tidak melakukan hal yang sama lagi.

Banyak orang akan datang dan pergi di kehidupanku. Ada yang akan tinggal selamanya, ada yang hanya mampir untuk satu halaman saja, ada juga yang mungkin bersamaku untuk menyelesaikan satu bab dalam buku perjalananku. Setiap orang akan memberikan aku pelajaran tentang hidup, sekarang yang terpenting adalah bagaimana aku bersikap dan belajar dari setiap orang tersebut.

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_2 kopia

Aku yakin, orang-orang yang datang untuk membuatku sedih, sakit hati, kecewa bahkan menangis, adalah orang-orang yang dikirimkan Tuhan buatku untuk belajar. Aku harus membayar karma yang aku buat. Mungkin tanpa sengaja aku menyakiti orang-orang di sekitarku, mungkin saja aku melakukan kesalahan yang aku harus bayar, atau mataku tergelapkan sehingga lupa bahwa aku menjadi sebuah kerikil tajam di kehidupan seseorang. Maka itu, karma akan datang padaku, tanpa bisa aku tolak. Yang aku bisa lakukan adalah membayar lunas, menerima bahwa itu adalah bagian dari sebuah perjalananku. Ada harapan bahwa lebih baik karma itu datang sekarang, saat aku masih kuat dan masih diijinkan untuk bernafas, berpikir dan memperbaiki diri, ameeen. Namun aku hanya manusia, terkadang aku marah dan tidak terima ketika orang-orang menyakitiku. Aku berusaha agar kemarahan itu tidak berlangsung lama, mencoba untuk melepaskan kegundahan itu dan membaca habis halaman itu, untuk bisa menulis lagi di halaman baru. Hari ini, ketika aku mencoba berdiskusi dengan diri sendiri, mencoba melihat apakah ada amarah yang tersisa, aku tidak temukan satu pun. Dan… akupun tersenyum dan siap dengan halaman baru dengan ucapan syukur dan terima kasih.

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_3 kopia

Dalam perjalananku, banyak sekali aku bertemu dengan orang-orang yang bisa aku ajak duduk bersama, menangis bersama, tertawa bersama berbagi suka dan duka. Orang-orang yang menerima aku apa adanya, orang-orang yang sudah tahu kelemahanku namun tetap memilih untuk menemaniku mengisi lembar demi lembar halaman di bukuku. Orang-orang yang tidak segan akan memperingatkan aku jika aku salah melangkah, jika aku salah berucap, ketika aku lupa. Bahagia itu sederhana, bahagia itu bukan memiliki harta yang berlimpah, bahagia itu adalah memiliki orang-orang hebat ini di kehidupanku. Ucapan terima kasih tidak cukup buat menggambarkan betapa aku bersyukur bertemu mereka di jalanku. Doa dan harapan, mereka akan ada bersamaku sampai saat aku menghembuskan nafas terakhirku. Ada kalanya, aku tidak bisa bersama orang-orang tersayang ini setiap saat, terkadang berhari-hari bahkan berbulan-bulan tidak ada sapaan beberapa dari mereka, namun hati kita tahu, kita selalu ada buat satu sama lain saat dibutuhkan. Bagiku hal itu yang terpenting, bukan kebersamaan yang tiada henti, bukan pertemuan setiap detik, bukan sapaan setiap hari, bukan tumpukan hadiah ataupun ratusan pujian. Orang-orang ini adalah harta karunku yang aku akan lakukan apapun untuk membuat mereka tersenyum bahagia.

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_4 kopia

Aku masih harus terus belajar dan mengasah diri, masih ada ratusan bahkan ribuan celah yang masih bisa diperbaiki, masih ada tempat untuk menampung ilmu dalam bidang apapun. Aku akan melakukan banyak kesalahan, namun aku tahu kesalahan itu ada untuk jadi sebuah pelajaran, sebuah cambuk, sebuah pengingat untuk bisa lebih kuat dan lebih bijak dalam berbuat, berbicara, berpikir dan mengambil arah kemana kaki ini ingin dilangkahkan, dengan cara apa aku menyambut pagi dan menggapai mimpi. Akan banyak kerikil di depanku, terkadang besar terkadang kecil, sekarang aku yang memutuskan bagaimana aku bersikap ketika kerikil itu ada di depanku. Semoga aku masih diberikan kesempatan lagi untuk membuka mata, mengucap syukur dan menulis dalam lembar-lembar halaman buku kehidupanku. Semoga akan masih banyak pagi, siang dan malam yang aku jumpai dan nikmati bersama yang tersayang dalam hidupku, amen.

Stockholm, dym10062016

Posted in 2016, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, nature, photography, Spring, Stockholm, Sweden, thought, Uncategorized | Tagged , , , , , , , | 4 Comments

As Pure as White Cherry Blossom

As Pure as White Cherry Blossom_1 kopia

I came across a blog post in WordPress community about Weekly Photo Challenge and this week theme would be ’Pure’. Every Friday, there will be a new theme introduce for us who would like to join the challenge. So here is my interpretation of this week theme.

When I found this white cherry blossom flowers on the way back from dropping our little miss Sunshine in her pre-school, the first thing in my mind were words pure, fragile and beauty. The more I stared at it the more I fascinated about it. This is the reason why I stayed for more than an hour to just capture the moment, the purity and tried to get the best shot to show others how amazing this flower is.

As Pure as White Cherry Blossom_3 kopia

White for me is always identical with word pure and innocent. This year is the first time I took a look a bit deeper in these white cherry blossom. Usually I shot them from distance and never really had desire to get close to it but it is different this year. I don’t know what is the main reason but it started in the beginning of 2016 when we got back from our holiday in Bali. There is something that push me to take more time and observe my surrounding, to take a closer look to everything even the simplest thing I find in my every day life. I have to say that, I found joy and beauty because of doing it. One of the results you could see in these post. Don’t you agree with me that every petal of this white cherry blossom is screaming a word pure? Especially when the sun hits them gently.

As Pure as White Cherry Blossom_2 kopia

I know that it should be one photo in every theme but I couldn’t help it to put more than one and I hope it is okay. It is hard for me to pick the one that could describe the moment of joy when I was there to witness the pure beauty of nature. There are too many pictures to choose but I think these are the best one. Well, if you haven’t get enough with it, you could find one more picture with different angle in my other blog post here. It is quite late and please let me wish you all… Have a wonderful weekend! See you in another challenge.

Stockholm, dym 11062016

Posted in 2016, flower, photography, Spring, Stockholm | Tagged , , , , , | 4 Comments

Bercerita Tentang Hidup (latepost: ditulis tanggal 28 September 2015)

(Ternyata setelah di buka lagi file blog post yang berbahasa Indonesia, baru ketahuan kalau ada satu yang lupa untuk diterbitkan. Sayang kalau tidak diletakkan dan dibaca lagi nanti kalau A sudah mampu membaca, karena ini salah satu cerita tentang putri kami tercinta. Jadi saya putuskan menerbitkannya dengan catatan kecil sebelumnya *senyum lebar*. Foto-foto yang ada terpajang di sini pun diambil beberapa minggu sebelum kami pulang liburan ke Bali, Indonesia.)

Bercerita Tentang Hidup (latepost ditulis tanggal 28 September 2015)_3 kopia

A sekarang sudah hampir 15 bulan dan semakin kelihatan ada banyak perkembangan yang terkadang membuat aku dan papa P terbelalak heran. Anak manis ini udah bisa kalau ditanya dalam bahasa Indonesia:

”Kepalanya Agnes mana?”

Dia akan dengan sukses memegang kepala dengan kedua tangannya. Dia juga bisa menunjukkan hal yang sama kalau ditanya dalam bahasa Swedia dan Inggris, semoga saja A jadi anak bilingual nantinya, amen. Dia juga bisa menunjuk kalau ditanya hal seperti lampu dan bakalan dengan heboh melihat ke atas dan menunjuk-nunjuk. Dia sudah mengerti sedikit kalau ditanya

”Mau lagi?”

Kalau memang belum puas, A akan menjawab dengan pasti dengan suara bayinya


Tapi kalau dia sudah puas, bakalan menggelengkan kepala dengan sukses. Biasanya percakapan ini berlangsung saat kita menyanyi bersama, entah itu pagi, siang, sore ataupun malam. A anak yang suka sekali dengan musik saat ini, bisa dipastikan kalau ada musik yang dia suka, anak ini akan menari dan senyum sumringah ada di wajah mungilnya. Maka tidak heran kalau mamanya yang dulunya hanya bernyanyi di kamar mandi saja, sekarang bisa dipastikan bakalan nyanyi entah itu di jalan, di rumah, di mobil atau bahkan di kereta saat berjalan-jalan ke kota. Pertamanya sih mamanya lumayan berpikir sebelum bernyanyi di hadapan orang banyak, takutnya ntar tiba-tiba seluruh penumpang kereta pada minta turun semua kan bisa-bisa mamanya A masuk koran *nyengir lebar*. Tapi karena ingin membahagiakan si anak, mamanya rela mengambil resiko tersebut LOL!!! Jadi jangan heran kalau suatu saat lihat mamanya A tiba-tiba jadi penyanyi dadakan dengan suara yang bisa dikatakan cukup membuat orang berpaling dan mempertanyakan kualitas dan kemampuan bernyanyi mamanya A hahahhaha. Moto mamanya A mah, cuek ajah kan kagak dibayar ini hihihi😀 benar-benar putus urat malunya kalau dalam hal bernyanyi hehehhe.

Bercerita Tentang Hidup (latepost ditulis tanggal 28 September 2015)_5 kopia

Masih berhubungan dengan musik, A itu sejak umur 10 bulan sama mamanya sudah dikasi mainan xylophone yang kebetulan dapet hadiah dari salah satu teman lama papanya A. Sebenarnya, di kotaknya kan tertulis untuk anak dari umur 2 tahun. Tapi kenapa dikasi ke A? Yaaaah, ceritanya waktu itu A lagi diajak bantuin mamanya merapikan lemari di kamar tidurnya. Pertama dikasi buku, nih anak masih anteng baca sendirian, habis itu mulai geret-geret mamanya biar bacain buku buat dia. Ga cukup donk 1-2 buku, dia maunya semua buku di perpustakaannya dibacain, yaaaaa kapan mamanya selesai merapikan baju kalau gitu. Dikasi boneka, A nolak, terus dikasi mainan mobil-mobilan eeeehh anaknya juga nolak. Ya sudah, mamanya A melihat itu xylophone nganggur dengan manis, langsung donk mamanya ngeluarin itu alat musik dari kotak dan ngajarin A gimana caranya mukul. Anak ini langsung seneng gitu dan berebut pentungan xylophone dan mulai mukul dengan nada yang tak beraturan. Ditunggu 2-3 menit eh kok makin anteng mukulnya, yeeyyyy mamanya jejingkrakan dan langsung ngelanjutin merapikan lemari. A masih maen itu alat musik sampai mamanya selesai. Maka dari itu, A sekarang udah biasa memainkan alat musik tersebut dan sekarang dengan jeda antara mukul pelan dan mukul keras. Mamanya tentunya senang sekali, karena kalau A sudah bosan bermain dengan semua maenannya dan buku-buku, mamanya A tinggal bilang:

”Sana main xylophone, main Ba ba Black Sheep”

Biasanya A langsung ngacir, ambil alat musiknya dan langsung main sendiri.

”Semoga saja kesukaanmu sama musik terus berlanjut ya Nak! Sebentar lagi kita liburan ke Bali, mama akan ajak kamu ke tempat orang latihan gamelan Bali. Kalau diijinkan nanti, kamu boleh ikutan nyoba mukul sana sini ya.”

Bercerita Tentang Hidup (latepost ditulis tanggal 28 September 2015)_2 kopia

Sepertinya jarang mamanya A nulis kalau A tantrum, hmmm…ya gimana mau nulis, anaknya sendiri emang jarang banget tantrum. Makanya mama, papa, farmor dan farfar merasa beruntung karena hal ini. Tapi bukan berarti A itu tidak pernah sama sekali tantrum. Jangan salah, anak ini pintar banget dan sudah mencoba kesabaran mama, papa, farmor dan farfar berkali-kali (baca: terutama kesabaran mamanya). Kalau sama farfar dan farmornya, bisa dibilang A masih mau mengikuti aturan kalau memang diperlukan. Tapi dari beberapa kasus ini anak bisa nyengir menang ketika dia bisa lolos dengan sukses ketika berhasil mengelabui farfar dan farmornya. Kalau boleh dibilang, farfar dan farmor itu nerapin aturannya 50% karena tahulah, kasih sayang nenek kakek itu beda. Mereka terkesan memanjakan apalagi dalam kasusnya A, farfar dan famor harus nunggu 9 tahun lamanya sebelon bisa nyentuh cucu dari anak satu-satunya. Iyeeee, emang sengaja dipending kok hehehe karena anak dan mantunya mau memantapkan diri dulu lahir dan bathin untuk menjadi orang tua. Nah lanjut sekarang, kalau sama mama papanya, A itu bisa dibilang mau tidak mau harus ngikutin aturan di rumah. Sukses ga nerapin disiplin ke anak umur setahun lebih dikit?

Tergantung, kitanya konsisten ga? Tahan ga sama cobaan-cobaan yang bakalan dilakukan di kecil? Yang paling penting itu, sabar ga dengerin tangisan pura-pura atau kadang jeritan kesel dari si anak? Puji Tuhan selama ini mama papanya A lumayan punya stok sabar, mungkin masih sekitar 10 mobil pengangkut bahan bangunan😀 Jangan salah, anak kecil itu pintar sekali. Kalau hari ini dibilang tidak boleh, maka bisa dipastikan besok atau 2-3 hari lagi, akan mencoba melakukan hal yang sama. Makanya yang namanya konsisten itu maha penting apalagi sabar hehehhe. Bandel, keras kepala dan keinginan untuk mencoba itu keras sekali di putri kami ini. Seperti kata papanya, mungkin rasa keingintahuannya terlalu besar jadi terkadang bisa dilihat bukan sekali dua kali A mencoba limit kesabaran papa mamanya. Puji Tuhan selama ini masih bisa konsisten dan jadi satu team solid antara mama dan papanya A, bahkan kita menyebut diri kita, The Dream Team😛

Bercerita Tentang Hidup (latepost ditulis tanggal 28 September 2015)_1 kopia

Balik lagi ke soal tantrum. A juga sesekali tantrum, terutama kalau dia udah lewat batas capeknya tapi belum mau menyerah buat istirahat dan masih kepingin main. Dia bakalan menunjukkan tanda-tanda protes kalau diajak untuk tenang dan istirahat. Kadang pake jejeritan segala, tapi mamanya A (yang emang berperan utama untuk menidurkan A, bakalan ngasi silence treatment ke anak aktif ini. Mulanya bakalan tetep aja anaknya pecicilan (kalau orang Jawa bilang) tentu saja dengan tantrum yang berkelanjutan. Tapiiiii dasar mamanya A bebel, ya tetep aja diem sambil natapin dalem-dalem itu matanya A trus dalam hati bilang:

”Hayooooo, kuatan mana, tantrumnya A atau diemnya mama?”

Bisa dipastikan tantrumnya ga bakalan lama, maksimal 1-2 menit ini anak bakalan nyerah dan menurut sama mamanya diajak istirahat. Padahal setelah anaknya sukses istirahat, mama papanya A bakalan diskusi satu sama lain.

”Duuuuh, semoga saja silence treatment ini ga bakalan ada expire date nya. ”

Sambil diiringi diskusi tentang itu keras kepalanya A dapetnya darimana😛 dilanjutkan dengan membahas tampang lucunya A kalo lagi mencoba tantrum dan menguji tingkat kesabaran kami. Yang ada kami bakalan ketawa ngakak-ngakak berdua diakhir pembahasan dan saling menggoda satu sama lain.

Jurus andalan silence treatment mamanya A ini ga hanya saat dia tantrum aja, tapi saat A juga lagi bandel dan belum mau dengerin omongan atau saat dikasi tahu kalau hal yang dilakukan itu berbahaya atau ga baik. Seperti contohnya saat A mulai membuang makanan atau melempar mainannya. Mamanya A bakalan ngasi tahu lisan dulu, habis itu kalau ga didengerin juga, mamanya A bakalan melihat langsung ke dalam matanya A tanpa ngomong sepatah katapun. Biasanya anak ini akan mencoba melarikan diri dari tatapan dengan membuat gerakan lucu jadi mamanya bakalan ketawa dan ga diem lagi. Tapi ya selama ini mamanya tetap menang donk walaupun sebenernya di dalam hati itu udah ngakak guling-guling melihat tampang lucunya di kunyil yang seperti kata papanya, ga bakalan ada yang bisa tahan untuk tidak tersenyum. Setelah tidak berhasil membuat mamanya tersenyum, baru A ngeh kalo mamanya serius dan dia bakalan nunduk dan ga mau menatap mata mamanya. Kalo sudah begitu, biasanya aku peluk A sambil dijelasin kenapa hal itu aku larang atau tidak boleh dilakukan. Biasanya ini anak akan peluk balik sambil tangannya nepuk-nepuk pundakku. Duuuhhh, kalau sudah begini, siapa cobaaa yang hatinya tidak luluh😀

A itu anaknya bisa dibilang cuddly abis, dia kan masih bobok sama kita bertiga. Nah, biasanya antara aku sama papanya bisa dipastikan dijadikan bantal guling sama dia. Cozy banget sih dan ini bakalan yang kita (mamanya terutama) kangenin kalau setelah pulang dari liburan ke Bali, A akan bobok di kasurnya sendiri. Tapi dia juga kesukaannya meluk-meluk kalo sofa kita buka jadi tempat tidur, dan biasanya sambil nonton TV atau bermain atau baca buku, pasti antara dia duduk di paha mamanya, atau duduk di samping dan tangannya posisi meluk gitu😀 Jadi sama kita, kesukaannya A pelukan itu kita pergunakan untuk maen gulat sama dia. Anak satu ini sukaaaaa pake banget kalau bercanda, bisa-bisa kalo ditemenin terus bisa seharian dia bakalan ngakak, bergulat dan kejar-kejaran. Jadi ini juga kenapa A itu bisa dikatakan jarang banget tantrumnya, habis nih anak kebanyakan ketawanya daripada nangis😀 Begitu juga kalau A ditinggal keluar sebentar sama aku atau papanya, begitu kita pulang, A bakalan nyamperin dan pingin dipeluk. Kelakuan kayak gini juga yang menyebabkan farfar dan farmor ga tahan lama-lama jauh dari A.

Eh, mungkin ada yang mikir,

”Heh? A masih bobok sama orang tuanya?”

Iyaaaa, dari sejak dia lahir memang dia tidur sama mamanya. Habis itu dia sempat bobok sendiri di kasur single yang kita taruh di lantai di kamar tidur kita. Nah, karena waktu liburan di Praha itu panasnya setiap hari sampai 35 derajat, kita mutusin A bobok sama ku, karena takutnya dia kena dehidrasi saking panasnya. Setelah pulang ke Praha, kita mutusin sudahlah dia tidur sama kita. Kita akan ke liburan ke Bali selama 3 bulan dan dia belum masuk pre-school jadi tidur sendiripun diundurkan sampai kita pulang kembali ke Stockholm habis liburan. Alasan yang lain juga, mamanya ingin puas dulu sama anaknya, sebelum mamanya sibuk sekolah dan A sibuk dengan kegiatannya yang tahun depan sudah dimulai. Pake aji mumpung ini ceritanya, mumpung ada kesempatan, harus dipergunakan sebaik-baiknya.

Bercerita Tentang Hidup (latepost ditulis tanggal 28 September 2015)_4 kopia

Kalau baca-baca buku tentang parenting yang ada tersedia online ataupun di perpustakaan, sepertinya kepingin banget ngikutin semua. Waktu sebelum A lahir sih kepikiran bakalan menerapkan semua yang dianjurkan, tapiiii setelah A lahir dan setelah menjadi ibu selama 1 tahun lebih, aku sadar bahwa tidak semua apa yang ada di buku ataupun yang dianjurkan itu sesuai dengan kehidupan kita. Menjadi seorang rang tua itu bagiku pribadi adalah TRIAL and ERROR, dimana kami melakukan apa yang nyaman dan kami yakin itu yang terbaik. Kadang jika ada teknik atau cara yang kami dapatkan lewat buku atau internet, kami juga mencobanya, namun kalau kami merasa tidak nyaman, bisa dipastikan kami akan berhenti melakukannya walaupun mungkin saran itu sudah dibuktikan bisa sukses diterapkan ke setiap anak. Kami berpendapat kalau setiap anak itu adalah pribadi yang unik, jadi cara setiap orang tua mendidik anaknya pun bisa dibilang unik. Mungkin ada beberapa hal ada kesamaan tapi tetap saja pada penerapannya pasti tidak sama 100%. Jadi kami tidak berusaha untuk mengikuti setiap kata atau saran dalam buku, kami menerapkan saran yang kami nyaman melakukannya.

Kehidupan kami memang tambah berwarna semenjak ada A. Tiada hari terlewati tanpa canda tawa, anak ini bisa dibilang melatih orang tuanya menjadi sehat karena seperti kata papatah;

”Tertawa itu sehat!”

Dunia kami berubah ke arah yang lebih baik. Kami menyadari bahwa kami jauh dari sempurna, maka dari itu kami tak putus untuk terus belajar. Baik itu belajar dari A, belajar satu sama lain dalam satu team dengan papanya A, belajar dengan cara berdiskusi baik itu dengan teman-teman Indonesia atau Swedia dan juga belajar dengan banyak membaca baik itu dari buku atau internet. Tentu saja bersama dengan keindahan dan kebahagiaan yang kami terima, diikuti dengan tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab untuk menulis dengan baik di lembar-lembar putih milik, kami berharap dan berusaha menjadi contoh yang baik. Learning by doing, itu yang kami inginkan bisa kami terapkan di keluarga kecil kami. Semoga saja kami bisa melakukannya, berjalan bersama saling berpegangan tangan melewati jalan hidup yang sudah digariskan Tuhan untuk kami, melalui apapun tantangan yang nantinya ada di hadapan kami. Satu kalimat untuk menggambarkan kehidupan kami;

”We complete each other in our unique way”

Stockholm, dym10062016

Posted in 2016, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, photography, Tentang A | Tagged , , , , | Leave a comment