Pelajaran di hari kelabu

Matahari masih ingin bersembunyi di balik awan kelabu yang menutupi langit Stockholm hari ini. Keinginan untuk bertemu teman terurungkan karena cuaca yang tidak begitu menyenangkan untuk bersepeda dan berjalan-jalan di luar sana. Namun cuaca dan alam kali ini memberikan kesempatan padaku untuk duduk merenungkan akan mimpi-mimpi yang masih ada, sambil mendengarkan Ebiet mendendangkan lagu ‘Berita kepada kawan’ yang semakin membuat aku tenggelam dengan pikiran dan keinginan untuk belajar lebih dalam lagi tentang alam ini. Mencoba mencari jawaban dari semua tanya yang hadir di setiap hariku.Perjalanan di bumi ini aku sadari bagaikan mengendarai sebuah mobil dengan tujuan yang berbeda untuk setiap manusia. Kita lahir dibekali dengan mobil dan sebuah buku kosong dan kita yang menentukan akan mengendarainya ke tujuan yang kita inginkan, dengan jalan yang kita pilih dan menuliskan di setiap halaman buku dengan cerita yang kita punya, apa yang kita alami dan hadapi selama mengendarai mobil kita. Tiap orang berbeda dan unik, namun keunikan dan perbedaan itu yang membuat dunia ini indah dan tidak membosankan… berwarna, kalau aku bisa lukiskan! Terkadang ada pikiran yang melintas, atau lebih bisa diartikan sebagai pertanyaan yang datang, bagaimanakah hidup ini jika semua manusia itu punya keinginan yang sama, melakukan hal yang sama dan melalui jalan yang sama, akankah hidup ini indah adanya?

Jawab dari tanya itu tidak pernah bisa aku bayangkan, mungkin kita tidak akan bisa belajar satu sama lain. Mungkin akan banyak kekacauan dan beberapa kemungkinan yang lain dan hanya kemungkinan… karena puji syukur Tuhan menciptakan kita berbeda sehingga kita bisa selalu saling belajar sesuatu yang tidak kita punya namun dimiliki oleh orang lain, belajar tentang hidup… saling berbagi cerita yang nantinya bisa kita jadikan suatu inspirasi untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi ke depannya. Tanpa kita sadari, secara tidak langsung orang lain mengajarkan kita akan arti kata bersyukur, dari cerita orang lain kita bisa belajar bahwa kita tidak sendirian, walaupun kita unik sebagai manusia terkadang kita mengalami hal yang hampir sama, berada di jalan yang sudah pernah dilalui oleh orang lain sebelumnya dengan warna dan rincian yang berbeda tentunya. Kenyataan ini yang mengajarkan kita saling berbagi satu dengan yang lain… mengajari kita artinya rasa kebersamaan dan persamaan.

Ebiet masih mengumandangkan hal yang sama… seiring dengan ucap syukur dan terima kasih yang keluar dari bibir ini, akan suatu renungan… pelajaran dari hari kelabu dan dingin di kota ini. Ucap terima kasih atas sebuah kesempatan untuk menikmati indahnya lukisan alam dan belajar dari alam.

Saatnya beranjak untuk mengisi hari dengan yang tersayang….

Stockholm, dym 4 Juli 2011

 

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in thought. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s