Bertemu Di *lagi*

Di, hari ini perasaanku agak kacau, entah kenapa. Ya, ya… aku tahu sebenarnya bisa saja tadi siang aku pakai waktuku untuk berbicara denganmu namun yeah… aku tidur sebagai gantinya.

*Di, gadis kecil dalam diri duduk manis di depanku*

Pagi ini aku mulai membaca buku yang dulu ingin sekali aku miliki, dan sekali lagi entah kenapa aku semakin merasa terombang-ambing, hmmm… mungkin ini hanya permulaan saja, sungguh aku tak tahu. Aku butuh 40 hari Di,… memantapkan hati, melihat apakah ini yang aku mau, apakah ini yang akan menolongku menjadi manusia yang lebih baik lagi, salah satu niat untuk tahun baru ini.

Ingin rasanya menarik diri dari segala hiruk pikuk dunia sejenak, namun ada ragu dan tanya menyapaku, apakah aku mampu? Well, kita lihat saja dulu sejauh mana perasaan ini mengikuti, apakah esok bisa merubah segalanya ataukah tetap sama saja. Sepertinya, niat sudah cukup kuat namun jari masih malas untuk menari di kotak-kotak hitam berisi huruf-huruf yang berjejer rapi ingin ditekan, membentuk kata demi kata.

Ada rasa sakit ketika cobaan datang Di, tapi seperti yang berkali-kali kamu ajarkan padamu, menerima dan berdamai dengan cobaan itu. Tidak mudah memang apalagi melihat apa yang terpapar di hadapan, jelas… namun sekali lagi penerimaan membuat aku mampu hempaskan diri dari belenggu rasa lemah dan sakit hati, dan tersenyum kembali.

Kamu tahu Di, sebenarnya jika aku sudah ketikan baris pertama di kertas elektronik putih ini, akan sangat mudah menemukan alur dan malas pun hilang. Tangan-tanganku menari tanpa bisa aku hentikan, dan ini yang terkadang aku belum bisa kuasai, menghentikan aliran ide-ide yang berebutan ingin menjadi yang pertama tertuang di sini, ya tentu saja bukan hal yang mudah karena mereka tak sama Di, mereka berbeda… mungkin esok akan mengajariku lebih bisa menata, membariskan ide tersebut, berdisiplin menunggu giliran untuk menjadi barisan kalimat nyata yang terbaca.

Piiiuuhhh…. baru beberapa ratus kata saja *belum mencapai seribu* aku sudah meresa lega. Perasaan gundah yang tadi aku rasakan punah begitu saja, terima kasih ya Di!

*Tersenyum disana, Di… gadis kecil dalam diri yang amat sangat tahu bagaimana mengangkat diriku dari kubangan ragu*

Malam semakin kelam Di, ada beberapa hal yang ingin aku lakukan sebelum terlelap. Kupastikan ketika matahari menyapa ku, akan kujumpai kamu lagi, di sini… di sudut yang sama, pada layar yang sama.

Selamat malam Di….!

Stockholm, dym 25122011

 

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in every day, winter. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s