Ingatan tentang masa lalu…

Perjalanan menuju sekolah hari ini terasa agak panjang, jangan tanya kenapa karena aku sendiri tidak tahu apa jawabannya. Melangkahkan kaki dari rumah, lagu Iwan Fals yang berjudul ‘Yang Terlupakan’ mengalun pelan di telingaku, tiba-tiba saja tidak bisa menahan angan untuk mengembara kembali ke masa lalu, kangen….!!!

Ternyata sudah cukup lama tidak melihat kembali lembaran masa lalu, aku terlalu sibuk mengendarai mobilku di jalan yang ada di hadapan kali ini, sampai aku lupa untuk menengok sesekali ke kaca di tengah, di samping kanan dan kiriku untuk sesekali melihat ke belakang, ke masa lalu… untuk mengingatkan betapa beruntungnya aku akan berkat dan kasih Tuhan selama ini. Melihat ke belakang untuk tidak melupakan darimana asalku, untuk belajar dari masa lalu, untuk tidak menjadi manusia yang tidak tahu berterima kasih, untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Penting untuk melihat sebentar karena dari masa lalu aku belajar banyak untuk menjadi diriku saat ini. Namun aku tidak melihat terlalu lama dan tidak terlena olehnya karena aku harus memusatkan melihat jalan yang ada di hadapanku, untuk mencapai tujuan hidup dan menggapai impian, menjadi seseorang yang bisa memberikan kebahagiaan, kebanggaan bagi keluarga, teman dan orang-orang yang ada di sekitarku. Seseorang yang bisa membawa senyum dan bukan air mata sedih. Hari ini, aku mendapat kesempatan, diingatkan untuk melihat ke ketiga kaca itu, masih diiringi dengan lagu Mas Iwan menemani aku menunggu bis di halte dekat rumah…

‘Buku Ini Aku Pinjam’… melayang aku ke masa-masa dimana naif dan lugu itu masih ada, belajar tentang hidup, ragu, pengorbanan dan juga air mata, namun ada bahagia juga di dalamnya. Kenangan yang akan terus ada di sana, yang kini membawa senyum… membuat tangan ini menari dan aku seperti kembali ke sekolah dimana di setiap hariku memahat dan mencoba menemukan jati diri, masa-masa sekolah yang akan menjadi cerita dan mengisi lembar-lembar tersendiri dari buku perjalananku. Aku ingat, ada kalanya ketika aku merasa lelah dan ingin berhenti saja, namun selalu saja ada kekuatan dan bisikan yang membuat aku kembali bersinar, kembali melangkahkan kaki walaupun terkadang amat sangat berat. Alam… terutama pantai di depan rumah menjadi saksi bisu ketika aku bersama kertas-kertas putih dan penaku yang menari cepat menguraikan galau lewat kata-kata, sendiri saja… Sebenarnya aku tidak pernah sendiri saat itu, ada ombak yang mencoba menghibur aku, ada laut yang selalu saja bercerita tentang dunia lain, tentang… tidak ada salahnya untuk bermimpi, it’s okay to become a dream catcher! Walaupun banyak rintangan di hadapanku, dari alam aku belajar bahwa rintangan itu akan mengajari aku menjadi seorang pejuang, become a survivor! Aku kangen menghabiskan waktu di pantai itu, sendirian dan bercengkrama lagi dengan laut dan penghuninya, bercerita lagi tentang apa saja dan terkadang… untuk melepaskan lelah dan penat yang ada di pundak. Ada janji untuk ke sana lagi, untuk menyapa teman lamaku… tunggu aku!!!

‘Mata Indah Bola Ping Pong’ membuat bibir ini bersenandung dan menyadari bahwa aku ada di negeri yang berjarak samudra dan berkilo-kilometer dari tempat dimana masa lalu itu berada. Kaki beranjak keluar dari bis menuju kereta yang akan membawa aku mengejar mimpiku hari ini. Aku akan menulis lagi… janjiku! Mungkin bercerita tentang salah satu mimpi yang sekarang sudah aku raih di tanganku. Ketika penaku menari lagi….

 

Stockholm, dym 23042012

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in Being 35, cerita harian, delights, every day, passion, thought. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s