Satu pikir tentang Karma!

karmaKarma, sebuah kata yang akhir-akhir ini banyak mengisi pikiranku dan orang-orang di sekitarku. Kata yang untuk sebagian orang merupakan sebuah kata yang tidak berarti apapun bahkan mungkin untuk sebagian orang, kata Karma itu sendiri hanya sebuah lelucon yang mungkin di kehidupan mereka hanya sesuatu yang bisa dianggap angin lalu. Bagiku itu sah-sah saja karena setiap orang berhak memiliki pandangan mereka sendiri-sendiri.

Ada banyak kejadian yang terkadang membuat aku harus terduduk dan berdiskusi dengankarma Di, gadis kecil dalam diri, dengan orang-orang tersayang dan orang-orang yang ada di dekatku. Berdiskusi tentang Karma itu sendiri, berdiskusi tentang tantangan, berdiskusi tentang dedikasi, tentang sebuah keacuhan, tentang amarah akan sebuah kesewenang-wenangan. Tidak mudah memang, namun aku percaya dengan berdiskusi aku bisa temukan suatu kejelasan, dengan mendengarkan dari luar kotak yang aku punya aku bisa temukan sebuah ketenangan dan pengertian. Terkadang amarah membuat seseorang buta akan karmakenyataan di sekitarnya, seperti kebutaan sesaat yang bisa menyakiti banyak orang tanpa disadari. Amarah pun membuat kita lupa akan adanya Karma yang bagiku merupakan suatu keyakinan bahwa Karma itu datang pada setiap orang dan tidak ada pengecualian. Kenyataan bahwa kita tidak bisa menghindar dari Karma dan diskusi panjang dengan orang-orang sekitar baik itu keluarga dan teman membuat aku semakin mengerti akan pelajaran dan hikmah yang aku ambil dari beberapa tantangan dalam hidup yang akhir-akhir ini menghampiri dengan ujian di tiap tahapnya. Aku bersyukur akan tantangan itu karena dari situ aku tahu watak karmadan karakter orang-orang di sekelilingku. Suatu pelajaran berharga yang tidak mungkin dibeli dengan uang.

Aku bersyukur hanya dalam waktu singkat Tuhan memberiku banyak sekali tantangan, mulai dari yang sederhana sampai tantangan dimana aku harus berperang dengan diriku sendiri untuk menentukan sikap yang harus aku ambil di dalam setiap langkah di keseharianku. Tantangan tersebut terkadang membuat aku harus mengucurkan air mata dan berpikir pendek, namun aku beruntung memiliki P dan orang-orang terdekat yang mampu mengembalikan semangat yang hampir saja tenggelam bersama kekecewaan. Terus terang, bulan lalu aku dihadapkan pada masa dimana aku rasakan roda kehidupanku sedang berada di batas terendah, kekecewaan yang bertubi-tubi hampir saja berhasil membuat aku menjadi seseorang yang bahkan aku sendiri tidak mengenali. karmaNamun aku sekali lagi harus menengadah dan mengucap syukur, bahwa keyakinanku akan Karma membawa aku kembali ke jalan yang seharusnya aku tempuh. Percaya adanya Karma, percaya bahwa Tuhan itu tidak tidur dan percaya akan waktu yang akan menunjukkan padaku kebenaran akan suatu kisah di saat yang tepat nantinya.

Tahun ini baru saja memasuki bulan ke-enam-nya, namun aku sudah mencatat banyak kisah yang bisa aku tuturkan nanti saat waktunya tepat, pada keluarga, pada teman dan pada orang-orang yang mau mendengarkan. Kisah yang merupakan bagian dari perjalananku menjalankan tugas di negeri dingin nan indah ini. Suatu bab dalam kehidupan yang akan terus ada dan sulit untuk dilupakan dan menjadikan suatu dasar pembanding yang nantinya bisa berguna di ke depannya. Tahun 2013 hanya tersisa 6 bulan lagi, harapan akan tantangan dan pelajaran yang lebih banyakkarma lagi masih membara dan kepercayaan serta keyakinan akan Karma semakin dalam.

‘What goes around, comes around!’

Stockholm, dym 11062013

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in being 36, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, Indonesia, Jejak 2013, Stockholm and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s