‘Me time’ dengan Segelas Frapino

'Me time' dengan segelas frapinoDuduk di kedai kopi Espresso House di kota hari ini, sendirian saja sambil mengamati orang-orang dari berbagai umur duduk dan berbincang dengan teman sebaya atau mitra kerja mereka. Di deretan tempat duduk yang ada di seberang, terlihat beberapa anak muda sibuk dengan laptop masing-masing dan sepertinya mereka tidak menghiraukan alunan musik yang cukup keras mengumandangkan lagu pop dan tangisan bayi yang duduk bersama ibunya di pojok kedai kopi ini. Terlihat beberapa orang mulai beranjak pergi meninggalkan bangku-bangku kosong yang di mejanya ada bekas minuman dan piring-piring kotor yang memperlihatkan sisa-sisa makan siang.

Ada pikiran terlintas, ini adalah salah satu ’me time’ yang aku sangat nikmati kala udara tidak begitu cerah di luar sana. Cukup dengan segelas Choco Frapino dan laptop sudah 'Me time' dengan segelas frapinomembuat aku bisa duduk berjam-jam dan menulis apa saja yang ada di pikiranku. Kali ini, ada bayi mungil yang selalu bergerak seolah ikut menari seiring alunan musik di perutku. Sesekali aku menunduk dan tersenyum, aku tahu bayi mungilku belum bisa melihatku tapi aku yakin dia tahu kalau mamanya menikmati saat-saat sendiri di kedai kopi nan nyaman ini. Tentu saja aku tidak bisa mengomentari dan berkomunikasi dengan baby A di kedai kopi ini seperti aku berkomunikasi dengannya di rumah, tapi aku kira dengan elusan halus di perut baby A sudah tahu kalau mamanya tahu tentang aktifitas dia di dalam perut.

Ini bukan pertama kalinya aku duduk di sini sendirian bersama huruf dan waktu, aku lumayan sering melakukannya terutama jika aku harus menunggu P pulang dari kantor untuk pulang sama-sama. Biasanya aku lakukan setelah berjalan kaki sepanjang kota Stockholm, atau… setelah melakukan aktifitas dengan teman atau dengan yang lain seperti dokter gigi dan bidan. Entah mengapa, akhir-akhir ini aku lebih produktif jika ada di luar rumah dibandingkan punya waktu seharian di rumah. Bisa'Me time' dengan segelas frapino di pastikan kalau saat ini aku ada di rumah, maka yang akan terjadi adalah leyeh-leyeh di sofa atau merapikan buku-buku atau… berjemur di halaman belakang (jika ada matahari). Niat menulis sepertinya berkurang banyak kalau aku ada di rumah, tidak tahu kenapa. Padahal dulunya aku bisa menulis banyak dimana saja dan kapan saja, well… apakah ini gara-gara kehadiran baby A di perut? Jawabannya sudah pasti tidak tahu!

Jujur, nich anak memang sukanya di luar menghirup udara segar. Walaupun hanya sebentar, dari umur kehamilan masih muda pun bisa dilihat tanda-tanda aku tidak betah lagi diem di rumah. Dulu sebelum hamil, aku bisa dikatakan suka jalan juga tapi kalau udara agak tidak bersahabat, biasanya aku memilih diam di rumah untuk menikmati ’me time’ sendirian. Tapi semenjak hamil, cuaca bukan lagi sebuah halangan untuk keluar rumah, terkadang di bawah hujan gerimis pun aku masih bisa berjalan kaki atau sekedar minum frapino di kota, kalau tidak dengan teman ya sendiri saja. Baby A biasanya tenang 'Me time' dengan segelas frapinodi dalem perut jika sudah dapet keluar rumah sebentar, sering kita berjalan menyusuri tempat yang sama beberapa kali seminggu dan tidak ada kata bosan yang menghampiri. Terlebih jika cuaca cerah, bisa dipastikan berjalan kaki menikmati matahari dan pemandangan kota adalah jadual utama yang harus dilakukan.

Di kedai kopi ini, ada beberapa tempat duduk yang bisa dipilih. Ada yang terlindung dari pemandangan luar dan ada juga tempat duduk yang langsung dan dekat dengan jalan raya, seperti hari ini, jadi sambil duduk manis sesekali aku bisa merasakan hembusan udara segar yang mengalir ke dalam memenuhi kedai ini. Bisa dikatakan kalau kedai kopi ini adalah salah satu tempat favorit untuk datang bersama teman-teman hanya untuk sekedar ngobrol dan bertukar kabar. Sebenarnya ada banyak kedai kopi bertebaran di kota Stockholm tapi menurutku *dan P* kedai kopi ini memiliki interior yang nyaman dan memiliki toilet yang tidak perlu membayar hahaha, salah satu keharusan jika mengajak ibu hamil untuk ’hang out’ bareng di kota. Seperti yang diketahui kalau tidak semua kedai kopi memiliki fasilitas ini dan di kota Stockholm untuk buang air kecil harus rela merogoh uang sebesar 10 kronor jika ingin menggunakan fasilitas di beberapa tempat. Makanya jika kita ingin duduk lama, biasanya kita akan memilih kedai 'Me time' dengan segelas frapinoatau restaurant yang memiliki fasilitas toilet jadi kita bisa menghindari pencarian kamar kecil ini jika diperlukan. Selain itu, kedai kopi ini letaknya lumayan strategis dan di tengah kota, jadi terkadang digunakan sebagai tempat ’meeting point’ oleh kebanyakan orang. Untuk menuju ke stasiun metro, jarak yng ditempuh hanya 100 meter dan banyak juga restaurant di sekitarnya jika kita memutuskan untuk makan siang dengan menu besar. Di bagian lemari pajang kedai kopi ini, kita bisa melihat kalau hanya tersedia ’sandwich’ dan beberapa salad saja yang porsinya juga cukup membuat perut kenyang. Terus terang aku belum pernah mencobanya tapi kelihatannya enak, mungkin suatu hari aku akan mencobanya.

Gelas plastik frapino-ku tinggal setengah saja isinya dan waktu masih menunjukkan 10 menit sebelum jam 2 siang. Jam 4 sore nanti, aku dan baby A akan ketemu bidan untuk kontrol seperti biasa. Nich anak masih menggeliat dan menari di dalam perut yang 'Me time' dengan segelas frapinosemakin kencang kulit permukaannya. Tamu-tamu di kedai kopi ini sudah berganti wajah, tampak kursi yang kosong semakin bertambah. Udara dan cuaca di luar sana pun masih terlihat sama, mendung walaupun tidak terlalu dingin.

Aku sudahi dulu kali ini… sampai ketemu lagi di post berikutnya!

Stockholm, dym 04062014

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in being37, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography, Stockholm and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s