Tanpa Judul…

Tanpa Judul...Susah sekali memejamkan mata dari tadi malam padahal kemaren hampir setengah hari berada di kota untuk bertemu dengan beberapa teman yang kebetulan berkunjung ke Stockholm dari kota lain bernama Göteborg. Banyak sekali yang mengisi dan berputar di kepalaku saat ini, entah itu ide-ide dan mimpi-mimpi yang belum bisa menjadi kenyataan. Aku lihat di sebelah kiriku, putri tercinta sudah terlelap dari jam 8 malam dan saat paragraf pertama tulisan ini selesai, jam menunjukkan pukul 1 pagi dini hari lewat sedikit.

Sebelah kananku tampak tergeletak HP dan semangkuk besar buah semangka potong. Yup… kebiasaan lapar tengah malam biasanya setelah memberi ASI pada si kecil, sudah seperti sebuah rutinitas selama hampir 3 bulan terakhir ini. Biasanya kalau tidak buah semangka, 1 kilogram tomat cherry atau beberapa ratus gram wortel potong yang menemani malam yang kiat pekat di negeri kulkas ini. Iya, musim gugur sudah tiba dan semakin hari semakin pendek saja matahari menyinari belahan bumi bagian utara ini.

Menatap kembali wajah mungil itu, tanpa sadar mulut ini mengucap terima kasih. Sebuah anugerah yang tak terhingga untuk dapat menikmati betapa damainya melihat Tanpa Judul...matahariku tertidur dengan nyenyaknya. Ingin sekali mencium harum kulit putihnya, membelai lembut kepalanya, duhai… adakah kenikmatan yang melebihi buncah bahagia dalam dada ini! Mulut kecil yang selalu memberikan senyum saat mata ini terbuka di pagi hari dan mata jernih berbentuk kacang almond itu yang berbinar mengucap selamat pagi bersama mentari yang menyapa lewat jendela kamar. Waktu berlalu sangat cepat, sepertinya baru kemaren aku memegang badannya untuk pertama kali. Kini, bidadariku sudah bisa membuatku beragumentasi dan berdiskusi dengan bahasa bayi yang sangat merdu terdengar di telinga ini. Tidak akan bisa aku tukar keindahan ini dengan apapun juga!!

Buah semangka potong seakan pasrah ketika garpu menusuknya untuk melalui sebuah lorong ke rongga perutku. Aku dengar suara angin di luar sana, seakan ingin meyakinkan aku bahwa ramalan cuaca yang ada di radio dalam perjalanan pulang adalah benar adanya, malam ini akan ada badai angin yang cukup kencang. Semoga saja besok cuaca bisa lebih baik, well…dengan besok aku maksudkan hari ini karena tanggal sudah berganti bahkan nama haripun tak sama lagi. Dan aku? Masih belum bisa memejamkan mata sambil jari ini menari di atas papan huruf laptop di depanku.

Sang terkasih ku pun sudah terlelap! Perlahan kudengar suara dengkurannya, halus! Tanpa Judul...Kedua orang tersayangku sama-sama terayun buaian mimpi indah dan aku diberi Tuhan sebuah kenikmatan untuk menyaksikannya. Sekali lagi terima kasih terucap, tanpa terasa…mengalir begitu saja! Kuperhatikan pipi gembul putriku dan ada keinginan yang harus kutunda untuk menyentuhnya dengan bibirku, bermain dan tertawa lagi dengannya, mungkin beberapa jam lagi… tidaklah lama. Waktu terus saja berlomba denganku, seolah-olah ingin mengatakan padaku bahwa sebentar lagi aku mungkin tidak akan bisa memiliki waktu untuk bisa memejamkan mataku dengan tenang.

 ”Tidak apa!” kataku

 Aku puas menukar waktuku dengan pemandangan yang ada di sebelah kiriku. Semangka potong semakin berkurang jumlahnya dan biji hitam yang tersebar tak beraturan di selembar tissue seakan menunjukkan betapa tangan ini berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Kulirik boneka beruang milik putriku yang terbaring miring memberikan ide untuk menjadi maskot postinganku kali ini. Pelan kuambil HP di sebelah kananku dan bergegas mengambil beberapa foto pak beruang coklat.

Aku kembali setelah mengirimkan 4 foto pak beruang melalui surat elektronik untuk diriku sendiri. Sepertinya pak beruang tidak protes untuk aku jadikan model selama majikannya beristirahat dan bermimpi. Bidadariku bergerak merubah posisinya dan aku lihat bibirnya tersenyum, aaaaaaahhh…betapa cantiknya dia!!! Bagaimana hati ini tidak luruh jika dihadapkan oleh sebuah bentuk bibir yang dapat melunturkan marahTanpa Judul... bersamaan dengan binar yang ada di mata indah nan jernih itu.

”Mama sayang kamu, Nak!”

….dan terucaplah kata itu, yang selalu aku katakan setiap aku menatap bola mata coklat tua miliknya, bahkan kini… saat ia terlelap untuk bangun menyambut pagi, tentu saja bersamaku dan papa yang ia kasihi, untuk merajut kenangan hari ini!

Stockholm, dym27092014

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s