Ketika Rasa Kangen Untuk Menulis Tersalurkan

Ketika Rasa Kangen Untuk Menulis TersalurkanUdah lama ga nulis di blog, kangen banget sebenarnya. Tapi kalau disuruh memilih antara duduk dan menulis atau menghabiskan waktu sama A ya aku memilih menghabiskan waktu dengan A. Tapi kali ini kita lagi liburan di rumah mertua, jadi A seharian penuh bersama farfar dan farmor. Biasanya A bakalan dateng hanya cuman mimik ASI aja, selebihnya akan memilih bermain di halaman belakang sama farfar dan farmor yang memang tinggal lumayan jauh dari kita sekitar 625 km dari kampung dimana kita tinggal. Bahkan terkadang A malah lupa minum ASI seharian dan hanya malam hari dateng dan nempel sama mamanya. Jadi, ini bisa duduk manis sambil ditemani secangkir the dan buah strawberry dari kebun mertua.

Ketika Rasa Kangen Untuk Menulis TersalurkanIya, anak kami udah gede, udah bisa diajak maen kejar-kejaran sejak A berumur 10 bulan 9 hari. Waktu berjalan sangat cepat, rasanya baru kemaren menggendong A dan kita baru saja pulang dari rumah sakit bersalin. Sekarang, ada anak kecil yang lebih memilih jalan kaki daripada duduk di stroller nya. Anak kecil yang lumayan aktif dan suka banget kalo diajak bermain di halaman, penyuka buah berries, suka banget sama air dan anak yang bisa dibilang tidak pernah rewel kecuali kalau lapar dan capek. Menurut aku, A itu kembaran ama papanya, maksudnya lebih banyak nurut sifat papanya, mulai dari ga bisa diem dan jahilnya minta ampun, dan masih banyak lagi. Kadang tidak bisa mengerti kok bisa anak yang baru saja ulang tahun pertama udah punya rasa jahil dan tingkat kelucuan yang bisa membuat kita hanya bisa tertawa dan menghela nafas karena tidak jadi mengomel. Bahkan kalau aku perhatikan, cara berjalannya A ituKetika Rasa Kangen Untuk Menulis Tersalurkan mirip banget sama farfar dari belakang. A suka banget ngikutin apa yang dilakukan mama papanya, dari berkebun dan juga menghirup udara segar. Sejak punya A, hidup rasanya semakin indah saja. Kami beruntung dan bersyukur sudah diberi kesempatan dan dipilih Tuhan untuk menjadi orang tua A.

Kegiatanku sebenarnya bisa dibilang 100 persen mengurus A, suami dan rumah. Terkadang jika cuaca mengijinkan, punya kesempatan bertemu dengan beberapa teman baik itu teman Swedia atau Indonesia. Tapi sebentar lagi A akan masuk ke playgroup dan akan ada waktu yang aku bisa pergunakan untuk belajar atau melakukan hal-hal yang lain, mungkin menulis di blog ini lebih aktif. Untuk saat ini, aku puas dan bahagia menghabiskan waktu bersama A, Ketika Rasa Kangen Untuk Menulis Tersalurkanmenemani dia walaupun aku harus merelakan blog dan hobi memotret menjadi tidak aktif untuk beberapa lama. Bagaimanapun, A adalah yang prioritas utama sekarang, karena aku kira, sebentar lagi akan datang waktunya dimana A akan memilih menghabiskan lebih banyak porsi waktunya dengan teman-teman atau kegiatan sekolah daripada porsi waktu yang dihabiskan dengan kami sebagai orang tuanya. Walaupun terkadang, aku sebagai ibu berharap semoga saat itu tidak datang begitu cepat. Bisa dikatakan memakai istilah aji mumpung, mumpung anaknya masih mau menghabiskan hampir 2/3 hari sama mamanya (sisanya sama papa atau sama farfar dan farmor), mumpung anaknya masih ga protes dipeluk dan diciumin kapanpun dan sebanyak apapun, mumpung anaknya masih bisa diuyel-uyel dan punya banyak waktu dengan kita, dan masih banyak mumpung-mumpung yang lain. Ah, indahnya menjadi Ketika Rasa Kangen Untuk Menulis Tersalurkanseorang ibu.

Duduk nyaman di sofa di ruang tamu mertua, sambil jemariku sibuk menari di papan huruf-huruf adalah sesuatu yang mengingatkan aku akan rumah di Bali. Kangen dengan keluarga sudah pasti dan sebentar lagi aku akan dapat menghabiskan waktu bersama mereka seperti aku menghabiskan waktu bersama mertua. Aaaaaah, sudah tidak sabar ingin memperkenalkan putri kecilku kepada keluarga besarku. Ini akan menjadi pengalaman pertama A untuk mengenal asal usul dan tanah kelahiran mamanya. Sudah terbayang bagaimana bahagianya nanti bisa mengabadikan momen-momen A bersama kakiang dan ninik (kakek nenek dari pihak mama), tante dan om, serta sepupu-sepupunya. Tentu saja tidak lupa dengan anggota keluarga yang lain dan teman-teman mamanya. Beberapa bulan lagi, uuuuuhhh…terus Ketika Rasa Kangen Untuk Menulis Tersalurkanterang, tanpa sadar detak jantung semakin kencang kalau membayangkannya, mungkin karena terlalu bahagia *senyum lebar*.

Terdengar canda penuh tawa di luar sana, aku tidak bisa menahan diri untuk melihat lewat jendela. Seorang gadis cilik yang terlihat puas bisa mengecoh farfar dan farmor untuk mengejar dan saling melempar bola satu sama lain. Pemandangan yang terkadang masih saja bisa membuat mataku berkaca-kaca. Aku bahagia melihat kebahagiaan mereka. Papanya A, aku lihat duduk manis di beranda belakang sambil mengecek beberapa email dari kantor yang masuk sambil sesekali memberikan komentar akan kegiatan A dengan farfar dan farmor. Ya, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan segala sesuatu yang belum sempat kamiKetika Rasa Kangen Untuk Menulis Tersalurkan lakukan.

Kulirik jam dinding di dapur dan sepertinya aku harus sedikit bergegas untuk menyiapkan makan siang. Masih akan ada banyak postingan selama kami liburan dan untuk saat ini karena tanaman wortel dan salad di kebun belakang sudah menanti untuk dipetik. Setidaknya, ada sedikit kabar yang akhirnya aku bisa bagi kali ini. Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya *melambaikan tangan*

Nordmaling, dym26072015

Advertisements

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2015, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian and tagged , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Ketika Rasa Kangen Untuk Menulis Tersalurkan

  1. mellyloveskitchen says:

    Seneng banget yaaa liat aktivitasnya, apalagi cuaca sejuk dan rumput menghijau… 😉

  2. Di' says:

    Ikut degdegan menunggu liburan kalian. Semoga perjalanan kalian selamat sampai kembali lagi ke Swedia dan kalian mendapatkan liburan yg sangat berkesan dan membahagiakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s