Menghabiskan Pagi Sendiri

Menghabiskan Pagi SendiriKembali ke Stockholm setelah liburan seminggu di Praha kemaren, begitu sampai rumah semuanya langsung tepar. Eh, ga semuanya euii 😀 ada anak kecil yang energinya masih banyak setelah tidur selama penerbangan balik ke Stockholm. Farmor yang kebetulan masih punya banyak simpanan energi menyerahkan diri untuk bermain dengan A sedangkan farfar, mama dan papa tidur dengan sukses selama 30 menit. Habis itu, A merasa capek dan akhirnya gantian tidur selama setengah jam, sedangkan kita pada bersiap-siap buat makan malam.

Pagi ini, mamanya A ke kota sendiri untuk memeriksakan gigi dan ada beberapa hal yang harus diselesaikan juga kebetulan pada hari yang sama di kota. Rasanya aneh aja sendirian tanpa A, apalagi duduk di sebuah cafe sambil menikmati kopi bercampur susu untuk membunuh waktu sebelum janji berikutnya. Kangen sama anak kecil satu itu yang selama seminggu di Praha banyak sekali kemajuannya. A semakin menunjukkan kalau dia mengerti semakin banyak hal, semakin bisa diajak komunikasi walaupun dia masih ngoceh dengan bahasa bayinya. Semakin banyak omong dan menunjukkan dengan jelas apa yang dia mau. Aaaaahhhh, putri kecil saya yang selalu mampu membuat saya dan orang-orang di sekitarnya tersenyum. Jadi kangen padahal baru juga beberapa jam ninggalin A di rumah. Menghabiskan Pagi SendiriTadi sempat ngobrol sama papanya A buat cari tahu dan ternyata mereka baik-baik saja dan lagi bermain bersama. Ini mamanya A memang agak lebay kalau sudah berhubungan dengan gadis kecil satu ini.

Duduk sendiri di cafe yang masih sepi membuat yang namanya kepala penuh dengan pikiran dan ide yang ingin dilaksanakan. Ini pertama kali mamanya A menghabiskan waktu benar-benar sendiri tanpa ada keluarga atau teman menemani, mungkin itu juga sebabnya banyak sekali pikiran memenuhi kepala dan ingin dituangkan dalam bentuk tulisan, apa daya tangan kurang cepat menulis. Jadi sepertinya memang harus dipilah-pilah dulu dan ditulis sesuai dengan skala prioritas sehingga nantinya lebih gampang untuk dilakukan satu persatu. Tapi tetap saja kebingungan mengatur saking banyaknya yang ada di kepala,

”Duuuuhhh, satu-satu dong, jangan rebutan!!”

Pingin rasanya ngasi tahu yang ada di kepala ini.

Melihat jam tangan sepertinya waktu belum mau berjalan pelan, sudah 30 menit berlalu dan tempat ini semakin terisi. Beberapa orang duduk dan sibuk dengan gadget mereka masing-masing. Beberapa sibuk mendiskusikan beberapa hal dengan serius dan beberapa menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama teman. Menghabiskan Pagi SendiriCangkir-cangkir kopi tampak terlihat di beberapa meja di sekitar tempat dimana saya duduk, masih sendirian saja dengan laptop di meja dan jari jemari masih menari di atas papan huruf.
Masih ada beberapa jam lagi sebelum saya harus bergegas untuk menyelesaikan urusan selanjutnya.

Dari tadi pagi, kangen sekali dengan keluarga di Bali. Entah kenapa, sepertinya 2 bulan lagi itu waktu yang sangat lama untuk bertemu mereka. Padahal kalau dipikirkan lagi, banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum menghabiskan liburan bersama keluarga di Bali nantinya. Minggu ini sudah agak penuh dengan rencana dan minggu depan ada beberapa waktu luang untuk menghabiskan waktu dengan teman-teman selagi musim panas masih betah mampir di Stockholm. Kebetulan juga papanya A bakalan kerja selama 2 minggu jadi A dan mamanya bakalan ngebolang selama 2 minggu. Menghabiskan Pagi SendiriSemoga saja matahari bakalan masih bisa bersinar dengan cerah dan A nantinya bisa puas main dan berlari di taman-taman indah di kota. Berpikir tentang taman, ingin rasanya di Bali nanti mengajak A ke Bedugul, ke Taman Nasional yang sudah bertahun-tahun belum sempat dikunjungi.

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin diceritakan tentang Praha, tempat liburan kemaren. Tapi nanti saja saya bikin tulisan tersendiri dan lagi foto-foto selama di Praha kemaren belum sempat dipindahkan dari kamera ke laptop.

Udah ah… mau menikmati kopi dulu, nanti disambung lagi. Semoga hari kalian menyenangkan yaaa….

Stockholm, dym 19082015

Advertisements

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2015, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography and tagged , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Menghabiskan Pagi Sendiri

  1. Nindya says:

    Kalo aku lagi ada waktu sendiri, langsung dinikmati bener-bener, mbak 😀 Namanya juga anak-anak, energinya ga ada batasnya. Kalo di rumah, dari pagi sampe malem bisa “ibu, ibu, ibu!” Hahaha. Minta susu anget lah, bukain coklat lah, minta buah lah, minta main bareng lah. Baru bisa waktu bener-bener sendiri itu kalo anak lagi sekolah dan suami lagi kerja. Baru deh legaaaaa. Nabung energi buat main lagi sama anak.

    Semoga persiapan untuk liburan ke Bali berjalan lancar ya mbak Dema 🙂 Salam buat keluarga.

    • dema1497 says:

      Hehehehhe aku masih suka lebay Nin (meminjam istilah anak jaman sekarang) kalau udah berurusan dengan A heheh tapi bakal belajar untuk lebih relaks saat sendirian tanpa A hehehe.
      Ameeeeen, terima kasih doanya Nin, doakan biar bisa mampir ke KL yaaaa, biar bisa ketemu kalian 🙂
      Salam juga buat keluarga Nindya yaaa

      • Nindya says:

        Aku juga baru “plong” ninggalin Wira setelah dia udah sekolah dan aku yakin sekolahnya kompeten 😆 Tapi namanya juga orangtua ya, kayanya anak mau sampe udah punya keluarga sendiri pasti tetep kepikiran 😊 Amiiin mbak. Kalo main ke KL kabar-kabari yaa.

      • dema1497 says:

        Wira masih di TK ya Nin? Iya ya, ga bakalan kelar ini lebay nya sama anak walaupun mereka nanti udah berkeluarga. Susah karena mereka ‘di dalam’ kita selama 9 bulan 😀
        Pasti Nin, emang udah diniatin bakalan ketemu kalian kalo kita jadi ke KL nanti 🙂

  2. Di' says:

    Selamat kembali ke dunia rumah tangga, hehehe. Sun sayang buat Agnes yg mulai genit.

  3. denaldd says:

    Kakinya A minta digigit dan dikunyah saking ngegemesinnya 😍😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s