Hari-hari A di Nursery

Hari-hari A di Playgroup

Hari ini pertama kali baby A ditinggal sendiri di nursery. A sudah mulai masuk bersosialisasi secara resmi di tempat baru sejak hari Senin 11 Januari kemarin, setelah 1 minggu kami menjejakkan kaki kembali ke Negeri Narnia ini. Ada cerita lucu dan juga membanggakan tentang A, tentu saja ada juga cerita dimana A memperlihatkan sifat keras kepalanya. Sebagai orang tua, kami sangat bersyukur dan bangga akan A yang ternyata bukan bayi mungil lagi, putri kami sudah jadi gadis kecil yang semakin membua kami jatuh sayang di setiap detiknya.

Hari pertama, kami berdua mengantarkan A bersama-sama. Kami ingin berada di sana buat A dan kebetulan papanya A mengambil ijin cuti khusus untuk mengantarkan buah hati kami. Tidak kami duga, A begitu cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Pertama kali, A tampak ragu dan masih memegang tangan mamanya ketika masih di ruang ganti pakaian. Namun setelah masuk ke ruangan, A langsung meninggalkan kami tanpa menoleh menuju berbagai macam mainan yang ada di rak-rak yang berjajar di ruangan. Kami terkesima karena ditinggal begitu saja namun juga bersyukur dan tidak pernah menyangka bahwa proses adaptasi baby A di hari pertama begitu mudah. A memperlihatkan keberanian berkeliling dari ruangan yang satu ke ruangan yang lainnya, bahkan para guru pun tersenyum simpul melihat A yang berbaur dengan anak yang lain tanpa ada keraguan sedikitpun. Pada hari tersebut ada 3 anak baru yang ternyata tinggal di jalan yang sama dengan rumah kami, seperti sebuah kejutan yang menyenangkan. Kami tinggal hanya 2 jam di nursery dan setelah makan siang, kami diijinkan pulang.

Hari-hari A di Playgroup

Hanya papa yang menunggui A di nursery di hari kedua karena mama pergi menjumpai beberapa teman di kota. Tentu saja masih juga menanyakan bagaimana adaptasi A di hari kedua yang rencananya akan tinggal lebih lama sampai tidur siang. Masih menikmati hari bersama teman-teman, mamanya A mendapat kabar dari papa bahwa gadis kecil kami tidak mau tidur siang, sempat menangis dan protes ketika dibawa ke ruangan yang dingin. Nursery-nya A ini adalah jenis nursery yang menghabiskan separuh dari waktu mereka di luar ruangan, termasuk saat anak-anak tidur. Sebenarnya, A tidur di dalam ruangan namun ruangan ini tidak memiliki pemanas dan ada beberapa jendela yang berhubungan langsung dengan udara luar, jadi suhu di dalam ruangan ini tidak jauh berbeda dengan suhu di luar sana. Papanya A memutuskan untuk membiarkan A tidak tidur siang dan bermain di ruangan dimana ada beberapa anak yang tidak tidur siang berada. Setelah 4,5 jam di sekolah, A dan papanya memutuskan untuk pulang.

Rabu, 13 Januari 2016 giliran hanya mama yang mengantarkan dan menunggui A di nursery. Seperti biasa, yang namanya A langsung berlari masuk dan mamanya dibiarkan bengong sambil menggantungkan jaket musim dingin di rak baju yang tersedia buat A. Seharian A asik bermain dengan temannya dan sepertinya dia sudah tahu rutinitas yang dilaksanakan di sekolah. Saat makan pun, A dengan tenang membawa piringnya berisi makan siang ke meja yang sudah disiapkan untuknya, makan dengan lahap dan minum susu yang ada di depannya. Sehabis makan, mama menolong A mencuci tangan di wastafel untuk selanjutnya mempersiapkan segala sesuatu untuk tidur siang. Karena seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa ruangan tidur di sekolah bersuhu sama dengan di luar, A memakai tambahan fleece sweater, sarung tangan, kaos kaki tebal dan beanie untuk tidur. Setiap anak memiliki kantung tidur sendiri yang sudah disiapkan oleh sekolah. Bukan hanya A yang bersiap-siap, mamanya A juga langsung memakai jaket musim dingin, beanie dan sarung tangan sebelum memasuki ruangan karena memang sangat dingin. Beberapa menit pertama, A masih menolak untuk berada di ruangan. Akhirnya atas saran para guru, mama menggendong A dan setelah 10 menit, putri kami ini tertidur pulas. Linda, salah satu guru di nursery menyarankan saya untuk berada di ruangan guru untuk menunggu. Mereka akan memanggil jika A terbangun atau menangis. Hari ketiga, A tidur selama 1 jam dan terbangun dengan senyum di wajahnya. Namun setelah bermain beberapa menit, akhirnya A menyadari bahwa mamanya tidak ada di sana. Mulailah A menangis dan protes, sehingga My (salah satu guru di nursery) memanggil saya untuk menenangkan A. Ketika keluar ruangan, A terlihat berurai airmata sambil digendong Jenny (juga salah satu guru di sana). Setelah digendong mamanya, A langsung tenang dan kami bermain di ruang boneka dimana ada dapur dan alat masak mini buat para murid. A terlihat sibuk memasak dan menyuapi beberapa boneka di sana. Hari ketiga hanya berlangsung 4 jam saja karena A keburu lapar dan untuk makanan selingan baru akan diberikan jam 13:45 sedangkan A sudah mulai kelaparan jam 12:30. Gurunya pun menyarankan untuk pulang dan tidak memaksa A untuk tinggal lebih lama.

Hari-hari A di Playgroup

Kamis, kita kembali ke rencana awal dimana papa akan mengantarkan A. Di hari ini kami bisa memilih untuk tinggal di ruang guru atau pulang namun kita harus siap jika sewaktu-waktu akan dipanggil jika A tidak kerasan atau tidak bisa berhenti menangis. Dianjurkan untuk tinggal di ruang guru karena walaupun jarak dari rumah ke nursery yang hanya 550 meter namun akan membutuhkan waktu lebih lama untuk berada kembali di playgroup. Papa memutuskan untuk tinggal di ruang guru saja dan mama diam di rumah untuk membersihkan lantai bawah dan mencuci pakaian yang sudah mau menumpuk. Hari keempat, A ternyata masih menolak untuk tidur sendiri, sampai akhirnya setelah 10 menit digendong oleh salah satu guru, A menyerah dan tertidur lelap bahkan harus dibangunkan karena sudah tertidur lebih dari 2 jam. Papa dan A diam di sekolah sampai mereka selesai makan buah sebagai selingan.

Sekarang, A sudah di rumah setelah seharian benar-benar ditinggal oleh mama dan papa. Kami berdua menjemput A tadi dan mendapat laporan bahwa A tidak menangis sama sekali, makan dengan lahap dan tidur sing 1 jam. Kami bangga sekaligus terharu ketika melihat A berlari untuk menyambut kami dan kami mendapat pelukan terhangat dari gadis kecil yang langsung membentangkan tangan begitu melihat wajah kami.

A bukan hanya harus beradaptasi dengan rutinitas di nursery tapi juga rutinitas di rumah yang juga berubah sejak A mulai masuk nursery. Biasanya A bangun antara pukul 6-7 pagi dan kami sarapan dengan porsi lumayan besar. Sehabis mandi, mama mulai menyiapkan A untuk sekolah, ganti popok, gosok gigi, ganti baju dari baju tidur ke baju sekolah sekaligus memakai body lotion dan baby cream buat wajah (karena kulit jadi kering saat musim dingin). Setelah semuanya siap, saya biarkan A sendirian di pojok bermain. Sepulangnya A dari nursery, hal yang pertama dilakukan adalah mencuci tangan dan mengganti popok. Makan buah atau sayuran mentah seperti paprika atau tomat cherry, mentimun atau jagung. Karena papa masih ambil cuti, maka A bisa bermain sama papa dan mama sebelum akhirnya mandi dan makan malam. Gosok gigi dan ganti baju tidur adalah hal terakhir sebelum akhirnya A tidur yang biasanya antara pukul 7-8 malam A sudah menguap dan akan tertidur langsung begitu diajak ke kamar.

Kami sangat menikmati rutinitas baru yang teradaptasi dengan mudah dan tanpa halangan apapun. Proses adaptasi A baik itu di nursery dan di rumah bisa dibilang sukses dan kami amat sangat bangga memiliki seorang putri yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan mudah, seorang putri dengan karakter periang yang selalu mampu memberi warna di setiap hari yang kami jalani.

”Teruslah belajar dan pupuk rasa keingintahuanmu Nak, kami selalu ada di sini buatmu untuk memberikan jawaban terbaik dari setiap pertanyaanmu. Jangan pernah menyerah, teruslah menggali kemampuanmu dan berkembang menjadi anak kebanggaan keluarga, teman dan semua orang. Kami sayang padamu.”

Stockholm, dym 15012016

Advertisements

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2016, Being 38, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Hari-hari A di Nursery

  1. Ria Angelina says:

    Wah baby A cantik dah mulai masuk sekolah, kalau di indo namanya day car mbak. Aku juga setujuh banget kalau anak langsung masuk day care saat umur nya pas, salut kerja sama mbak dan suami untuk baby A…

    • dema1497 says:

      Iya, ini seharusnya A masuk tahun lalu bulan Agustus, tapi karena kami pulang ke Indonesia lama makanya ditunda dan sepertinya keputusan untuk menunda sangat tepat karena A udah siap banget dapet teman baru dan ga takut lagi hehhehe. Terima kasih ya Ria udah mau mampir 🙂

  2. Keep having fun in daycare, Agnes. Aku jadi inget waktu Medea ga pake nangis waktu aku tinggal di daycare. Ada rasa haru dan bangga campur jadi satu.

    • dema1497 says:

      Will do Tante Mindy 🙂
      Kakak Medea umur berapa tahun dimasukin ke daycare Min? Samaaaaa… antara ga nyangka A udah gede dan bangga dia daya adaptasinya bagus 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s