Kejutan-kejutan Kecil dari A

Kejutan-kejutan Kecil dari A

”Mama, wow nais”

”Eh, Mama tidak mengerti, Agnes mau bilang apa?”

”Wow, nais”

”Eh,…???”

Saya masih tidak mengerti apa yang dibilang putri tersayang ini sampai akhirnya Papa Patrik mengatakan,

”Nice, mama”

Baru akhirnya saya sadar kalau putri kecil kami ingin mengatakan bahwa makanan di hadapannya itu enak. Kebetulan saya membuat mini pie dari kentang tumbuk sisa makan malam kemarin yang dicampur dengan sayur dan keju.

”Terima kasih Agnes”

Saya tersenyum kepada A yang memberikan saya seringai lucu yang bisa meluluhkan hati orang yang melihatnya. Waktu berlalu sangat cepat, sebentar lagi, anak kecil yang ceria ini akan mencapai umur 2 tahun. Ada banyak kejutan yang diperlihatkan A terutama sejak pulang dari Bali. Kemampuan untuk berbicaranya semakin jelas dengan rasa ingin tahu yang masih sangat tinggi kadarnya. Sekarang A lebih banyak mengatakan sesuatu dengan Bahasa Indonesia karena mungkin A lebih banyak menghabiskan waktu dengan mamanya di rumah dan saya memang berbicara sama A memakai Bahasa Indonesia. Tapi akhir-akhir ini A sudah banyak mengatakan sesuatu dengan memakai Bahasa Inggris, seperti kejadian di atas yang membuat saya terkejut sekaligus tersenyum. Menurut papanya, mungkin karena saya dan suami (masih) menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi di rumah, mungkin A mendengar dan menyerap beberapa kata.

Ada beberapa kejadian yang membuat saya melongo sendiri dan bingung darimana A tahu dan mengerti seperti, untuk mengatakan warna, A menggunakan Bahasa Inggris. Saat ini A sudah bisa mengenali warna (dalam kurung adalah cara A mengucapkan kata tersebut), hijau (giin…dengan suara i yang agak panjang), ungu (pepel…maklum anaknya belum bisa melafalkan huruf r), kuning (ello…), jingga (olench…ini warna pertama yang dikenali A) dan biru (blu…yang ini sudah agak jelas). Dalam menghitung juga A menggunakan bahasa campur antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk angka 1, 2 dan 3 sejauh ini A sudah bisa mengatakan dengan Bahasa Indonesia yang masih cadel (tu, wa, ga) terutama saat A akan memulai bernyanyi lagu favoritnya. Suatu hari, tiba-tiba saja dia menunjukkan balok yang bertuliskan angka 9 dan mengatakan:

”Mama, naaaiiin”

Tinggalah saya yang bengong dan sedikit takjub darimana A tahu kalau itu 9 dalam Bahasa Inggris padahal saya sendiri tidak pernah mengajarkannya. Tapi kalau berhitung dalam Bahasa Inggris, A akan melompat langsung menyebut 5, 8,  dan 9 tentunya dengan menunjukkan angka yang benar. Entah kemana itu angka yang ada sebelum dan sesudah angka-angka tersebut hahaha. Saya tidak pernah memaksa A untuk belajar tentang huruf dan angka, namun saya sudah mengenalkan A sejak dini dengan buku terutama tentang dongeng anak nusantara, buku anak dengan Bahasa Swedia (biasanya buku ini dibacakan oleh farmor dan farfar, kalau mamanya yang membacakan, sudah tentu akan diceritakan menggunakan Bahasa Indonesia) dan beberapa buku anak berbahasa Inggris. Ada juga beberapa mainan A yang berisi huruf dan angka, tetapi biasanya saya akan mengucapkannya dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Biasanya sebelum menyanyikan lagu saya akan menghitung satu, dua, tiga dengan gerakan tangan juga dan sepertinya A mengikuti hal tersebut walaupun tangan mungilnya baru mampu menunjukkan sampai angka 2 dan yang angka 3 biasanya kelima jarinya akan terbuka lebar. Kejutan lucu yang bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak dan mencium putri kami yang akan membalas ciuman saya dengan sengiran yang lebar.

Kejutan-kejutan Kecil dari A

Kalau dalam Bahasa swedia, A masih sangat sedikit kosakatanya seperti tack (terima kasih), nej (tidak), hej då (selamat tinggal) dan lampa (lampu). Biasanya jika farmor dan farfar berkunjung ke Stockholm, barulah kata-kata tersebut keluar dari mulut A. Saya termasuk ibu yang cerewet dan banyak bicara, saya senang membacakan buku buat A dan bercerita. Ada saja yang saya ceritakan kalau saya lagi menghabiskan waktu berdua bersama A di rumah. Dari cerita tentang masa kecil saya sampai cerita liburan kemarin ke Bali atau cerita sehari-hari apa saja yang saya lakukan saat A ada di sekolah. Saya tahu A mungkin belum mengerti sepenuhnya tapi saya yakin dia bisa menangkap beberapa kata dalam Bahasa Indonesia. Setiap jalan ke sekolah dan pulang ke rumah, saya selalu menyanyikan lagu taman kanak-kanak yang saya ingat, seperti Kalau Kau Suka Hati, Aku Seorang Kapiten dan masih banyak lagi. Mungkin karena itu A jadi sudah bisa meminta lagu favoritnya setiap saat:

”Mama, tu tu Papaaaa… mau”

Begitu cara A meminta saya untuk menyanyikan salah satu lagu wajib di rumah yaitu Satu-satu Aku Sayang Ibu yang tentunya liriknya saya ubah menjadi:

”Satu satu Agnes sayang mama, dua-dua Agnes sayang papa, tiga-tiga sayang farmor farfar, satu dua tiga sayang semuanya”

Kejutan-kejutan Kecil dari A
A itu sudah bisa berfantasi, sering saya perhatikan A berakting seperti seorang guru yang sedang mengajak murid-muridnya untuk bernyanyi bersama. Sampai terkadang, dia menirukan bagaimana jika ada murid yang tidak mendengar, dia akan berakting marah (A menggeram seperti singa) dengan gerakan tangan yang sangat lucu. Tentu saja, sebagai mama saya tidak melewatkan kesempatan ini untuk merekam beberapa video yang setiap saya putar selalu saja membawa pelangi di hari saya. Lagu yang sering dinyanyikan jika A sedang mengajar adalah Satu-satu Aku Sayang Ibu (lagi-lagi ini adalah lagu wajib bahkan mengalahkan lagu kebangsaan Indonesia Raya), Kepala Pundak Lutut Kaki (ini dikenali karen agerakan tangan A yang berulang-ulang seperti yang saya contohkan saat kami bernyanyi bersama), Tepuk-tepuk tangan Bersuka Ria (ini lagu taman kanak-kanak yang A masih ingat ketika beberapa hari diajak tante Mank-nya ke TK dimana tantenya mengajar) dan Twinkle Twinkle little star. Pertama kali melihat A berfantasi seperti ini, ingatan saya langsung teringat dengan tante Mank-nya A (kakak saya nomor 3) yang kebetulan adalah guru TK. Waktu liburan ke Bali, A sempat diajak masuk TK beberapa hari dan sepertinya putri kami memperhatikan cara tantenya mengajar. Banyak kami temukan kemiripan antara A dan tantenya ini, terutama kami memperhatikan saat liburan di Bali kemarin. Mereka memang sangat dekat satu sama lainnya, bahkan sampai sekarang pun A terkadang meminta untuk menelepon tantenya yang satu ini.

Beberapa hari ini, anak saya juga menunjukkan watak keras kepalanya ketika kami berangkat ke sekolah. Biasanya A akan duduk manis di keretanya, namun sekarang A menolak sambil mengomel dengan bahasa bayinya dan tidak mengijinkan saya untuk menyentuh kereta sama sekali. Jarak antara sekolah dan rumah sekitar 650 meter (ini jalan melewati taman dan hutan kecil agar tidak ada mobil yang lewat) dan kebetulan ada beberapa tanjakan yang lumayan tinggi. Putri kami tidak menyerah, tentu saja dia tidak menolak bantuan saya untuk mendorong kereta ketika jalanan menanjak tetapi begitu jalanan datar dan A melihat tangan saya masih di kereta, dia akan sedikit berteriak kepada saya:

”Mama, tidaaaaaak!”

Yang artinya saya harus melepaskan tangan saya dari kereta dan membiarkan dia mendorong dengan gagahnya. Hasilnya adalah perjalanan yang biasanya hanya 10 menit akhirnya menjadi 30 menit tetapi saya menikmati sekali proses ini bersama A. Tentu saja hal ini saya juga rekam dalam video dan saya ingin menunjukkan kepada A nantinya kalau watak keras kepalanya sudah ada sejak dia kecil. Tapi watak keras kepala ini saya ambil segi positifnya, A bisa mandiri dan menunjukkan kalau dia bisa melakukan sesuatu. Seiring dengan berjalannya waktu, saya juga harus memberi pengertian kepada A dan mengarahkan watak keras kepala ini ke arah yang positif. Karena terkadang watak keras kepala ini juga yang menyebabkan dia agak sedikit kesal kalau tidak berhasil melakukan sesuatu sendiri, seperti pertama kali mencoba mencocokkan balok-balok berbagai bentuk ke tempatnya masing-masing. A akan berteriak kesal dan mencoba untuk melemparkan balok tersebut, di sini saya akan menjelaskan bahwa dia harus sabar dan terus berusaha dan melemparkan mainan itu adalah sesuatu yang kurang baik untuk dilakukan. Biasanya, anak ini akan menurut dan mencoba lagi sampai berhasil.

Kejutan-kejutan Kecil dari A

Tantrum? Ya… A juga seperti anak yang lain dan sudah beberapa kali tantrum. Tapi setiap kali dia mulai marah tidak jelas, saya akan biarkan saja dia menangis sambil mengatakan:

”Mama tahu Agnes kesal, nangis aja dulu, tidak apa-apa. Nanti kalau kesalnya sudah hilang, bilang sama Mama jadi mama bisa bantu. Kalau Agnes ngomong sambil nangis, Mama tidak mengerti apa yang Agnes bilang”

Setelah saya berkata begitu, biasanya saya tinggalkan dia sebentar sambil terus mengawasi dan melakukan sesuatu seperti membersihkan dapur atau membaca buku. Cara ini sangat ampuh sampai saat ini karena tangisnya A akan perlahan berkurang dan berhenti, selanjutnya putri tersayang ini akan datang ke saya dan minta dipeluk. Saya akan memeluknya dan kembali menanyakan kenapa bisa menangis dan tantrum seperti itu. A itu tipe anak yang jika dia tantrum dan kita memberi perhatian, maka tantrumnya akan semakin keras. Ini pernah saya lakukan saat A tantrum pertama kali, saya mencoba menenangkan dia tapi ternyata tangisnya semakin parah. Setelah kejadian itu saya belajar menemukan teknik dimana saya bisa mempersingkat tantrum putri kami ini. Semoga saja cara ini masih bisa nantinya saya terapkan walaupun A sudah besar. Tanpa saya sadari, A mengajarkan saya tentang banyak hal terutama tentang diri saya. Saya belajar menahan diri untuk tidak berteriak, menahan diri untuk bersabar (terutama saat badan saya terasa lelah atau kurang tidur) dan belajar semakin memahami bahwa bahagia itu pilihan dan bisa datang dari hal sederhana yang kita lakukan. Putri tersayang kami ini adalah guru yang mengajarkan kami untuk menjadi manusia yang lebih baik dengan caranya yang unik. Ini juga kejutan terbesar yang kami rasakan dan sadari ketika kami bertiga merebahkan diri di sofa di ruang tamu rumah kami, sambil menikmati hangatnya mentari pagi di musim dingin saat akhir pekan menjemput kami untuk bersantai sejenak.

Kejutan-kejutan Kecil dari A

Kami bukan orang tua yang sempurna, kami hanya ingin memberikan yang terbaik kepada putri tersayang dengan cara kami yang unik. Kami melakukan banyak kesalahan namun kami belajar untuk menjadi lebih baik. Kami ingin tumbuh bersama A dengan balutan kasih sayang dan penerimaan tanpa ada agenda tersembunyi. A adalah pelangi yang memberikan warna di setiap langkah yang kami ambil sebagai sebuah tim yang kuat untuk menjalani perjalanan yang diperuntukkan bagi kami. Bersama, kami ingin menuliskan cerita dengan berbagai spektrum warna yang nantinya bisa kami baca lagi saat waktu ada dan mengijinkan untuk berhenti sebentar dan menikmati secangkir kopi dan susu, di suatu hari yang akan banyak tawa menghiasi.

”Teruslah menjelajah dan berpetualang di bumi yang indah ini, Nak! Kami di sini untukmu jika kamu memerlukan jawaban, saat kamu memerlukan bantuan, atau sekedar pelukan dan ciuman sayang. Jangan takut Nak, kami kan ada buatmu dan doa kami akan selalu memelukmu di setiap tarikan dan hembusan nafasmu.”

Stockholm, dym 25022016

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2016, Catatan prajurit kecil, cerita harian, Indonesia, photography, Tentang A and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Kejutan-kejutan Kecil dari A

  1. Ria Angelina says:

    Senangnya lihat pertumbuhan anak ya mbak D. Selalu jadi momen yang indah..

  2. iQko says:

    Mengikuti cerita Agnes selanjutnya :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s