Sekolah lagi dan Perkembangan A

Sekolah lagi dan Perkembangan A

Iyaaaa, saya mau sekolah ambil asisten guru taman kanak-kanak yang keputusan dari kotamadya saya dapatkan minggu lalu. Senang? Tentu saja karena itu artinya dapat kesempatan untuk belajar lagi dan menambah pengetahuan. Sebelumnya mencoba memasukkan lamaran untuk sekolah menjadi guru taman kanak-kanak tetapi sayang untuk tahun ini tidak diterima karena kompetisi untuk jadi guru TK ternyata sangat tinggi. Apakah saya merasa sedih? Tidak juga karena memang niat pertama saya adalah melamar untuk sekolah menjadi asisten guru dulu dan setelah itu mungkin akan melanjutkan menjadi guru TK. Karena di kotamadya tempat saya tinggal tidak menyediakan pendidikan ini, maka dari itu saya memutuskan untuk melamar di kotamadya Stockholm. Saya melamar bulan Januari dan harus menunggu beberapa minggu untuk mengetahui apakah kotamadya Haninge menyetujui untuk membiayai pendidikan tersebut atau tidak. Kenapa harus menunggu keputusan dari kotamadya? Karena pendidikan yang saya ambil ini kategorinya komvux yaitu pendidikan lanjutan namun tingkatnya berada di bawah universitas. Kalau saya tidak salah, mungkin bisa disamakan dengan pendidikan SMEA atau kejuruan yang lain karena setelah menjalankan pendidikan selama 1 tahun, saya sudah bisa mendapatkan kerja sebagai asisten guru TK. Sekolah lagi dan Perkembangan AJika nantinya saya akan melanjutkan ke universitas, maka saya bisa melamar sekolah jurusan guru TK yang diperuntukkan khusus untuk orang-orang yang sudah berpendidikan sebagai asisten guru. Semoga saja di jurusan ini sedikit saingannya untuk melamar *senyum lebar*.

Bagaimana dengan A? Setelah tanggal 21 Maret besok, saya akan mengetahui bagaimana jadwal kegiatan sekolah saya, setelah itu baru bisa mengatur jadwal sekolah putri kami. Saat ini, A masuk pre-school 4 hari seminggu, Senin sampai Kamis dari pukul 08:45 – 15:00 dan hari Jumat kamis hanya bermain di rumah, berenang atau play-date yang biasanya dengan teman-teman A yang rumahnya dekat di daerah tempat kami tinggal. Harapan saya, setelah nanti sekolah, jadwal A tidak berubah sama sekali. Terus terang saya masih tidak rela kalau A berada di sekolah lebih lama, alasan utama adalah saya masih ingin bermain lebih banyak dengan A dan alasan lain adalah 25 jam per minggu itu menurut saya sudah cukup untuk A. Selama saya masih punya kesempatan untuk melakukan kedua alasan ini, maka saya tidak akan ragu untuk memanfaatkannya. Ini juga menjadi salah satu kenapa saya memilih untuk mengambil pendidikan ini dengan harapan kalau nantinya saya mempunyai hari libur yang sama dengan A, selain itu pendidikan ini tidak mengharuskan saya untuk menghabiskan waktu setiap hari di sekolah sepanjang hari, jadi dengan kata lain lebih fleksibel. Sebenarnya saya bisa mengambil pendidikan jarak jauh untuk jurusan ini namun saya merasa perlu untuk bertemu dengan guru dan teman-teman yang mengambil jurusan yang sama. Siapa tahu nantinya saya bisa mendapat masukan dan berbagi pengalaman dengan mereka. Sampai saat ini saya masih mempunyai keyakinan bahwa saya tidak perlu menambah atau mengubah jadwal A *berdoa sepenuh hati*.

Sekolah lagi dan Perkembangan A

Selain itu, saya yakin bahwa kegiatan tetap saya sehari-hari bersama A tidak akan terganggu sama sekali. Kami punya rutinitas dimana setelah saya menjemput A, kami akan bermain dan membaca buku bersama sampai papanya A pulang kantor dimana ada tambahan anggota bermain dari dua menjadi tiga hehehehe. Saya tidak akan mengerjakan hal lain selain menemani A bermain, makanya bisa dipastikan kalau ada teman yang mau berkunjung tanpa pemberitahuan sama sekali sebelumnya, akan sangat kaget melihat rumah yang berantakan karena mainan, boneka, buku, pensil warna bertebaran sesuai dengan mood nya A mau bermain apa hehehhe. A sebenarnya sudah mengerti kalau menggambar, dia harus duduk di kursi di hadapan meja putih hadiah dari farmor dan farfar. Biasanya A akan duduk manis mencorat-coret buku gambar dan dia bisa tiba-tiba meninggalkan kegiatan tersebut dan beralih untuk mengajak bonekanya bercerita atau mengambil buku untuk saya bacakan. Namun, dia akan kembali untuk menggambar setelah saya selesai membaca buku atau setelah A merasa bahwa bonekanya sudah tertidur manis. Sekolah lagi dan Perkembangan ARumah saya bisa dibilang tidak pernah rapi kalau ada A di rumah, bagi kami itu tidak apa-apa. Saya sudah mengajarkan A untuk merapikan alat-alat bermainnya namun terkadang anak saya menolak dan langsung memutuskan untuk tidur malam. Jam tidur A masih bervariasi antara jam 8-10 malam, namun biasanya bangun pagi sekitar pukul 07:00 – 07:30 dan A selalu tidur nyenyak. Tidak selalu saya menjadi teman bermain A yang aktif, terkadang saya hanya duduk manis membaca buku sambil memperhatikan A yang berfantasi dengan mainannya, namun saya selalu ada di samping A. Kalau saya memasak, maka A akan membawa mainan dan bukunya ke dapur dan duduk manis di lantai atau kursi. Tak jarang anak kami ini bermain dengan alat-alat dapur punya mamanya yang dia ambil sendiri dari lemari dan setelah selesai akan mencoba menatanya (walaupun penataannya bisa dipastikan harus diulangi oleh mamanya hahahhaha).

Putri kecil kami semakin hari semakin menunjukkan kemampuan yang semakin bertambah, baik itu dalam hal bertambahnya kosakata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Swedia. Kalau dalam bahasa Inggris masih tidak ada kosakata yang bertambah dari beberapa minggu lalu. Sekarang A sudah mengerti kalau tisu yang dipakai untuk membersihkan hidung harus dibuang di tempat sampah dan biasanya A akan dengan senang hati menawarkan untuk membuangnya dengan bahasa setengah bayinya:

”Mama, bua?”

”Iya Nak, terima kasih Agnes!”

”Tia (maksudnya terima kasih) Mama”

Siapa yang tidak luluh dengan anak yang super pengertian ini. Begitu juga dalam hal mencuci tangan, jika tangannya kotor atau sehabis makan, A akan segera mendorong tangga kecil yang kami beli di IKEA ke dekat keran air dan setelah selesai akan mendorong kembali tangga tersebut ke tempat semula. Saat saya ingin menambah persediaan tisu toilet di kamar kecil, A akan dengan semangat menumpuk sendiri gulungan tisu tesebut dan bisa dipastikan akan berteriak marah kalau saya menolongnya. Setiap hari Jumat, salah satu kegiatan saya adalah mencuci baju A agar siap untuk minggu depan, dan anak kami ini akan senang sekali membantu saya memasukkan baju-baju ke dalam mesin cuci. Sebagai imbalannya, A akan saya ijinkan untuk bermain air selama dia suka di dalam bak mandi yang berada di ruang mesin cuci. Tentu saja saya tidak bisa meninggalkan A sendirian karena bak mandi terkadang licin kalau putri kami ini sudah mencampurkan air dengan sabun mandi dan air tersebut membasah bak mandi. Kesempatan menunggu ini saya pergunakan untuk memilah baju-baju yang lain yang perlu dicuci. Dari sejak di Bali, A sangat suka mandi sendiri *menyengir lebar* sambil melakukan langkah demi langkah yang saya lakukan saat memandikannya. Dari mengambil handuk kecil untuk membasahi kepala, muka dan menggosok-gosok badan sambil bernyanyi, saya hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya.

Sekolah lagi dan Perkembangan A

Kemampuan berbahasa A semakin bertambah, dia sudah bisa menyuruh saya untuk menelepon tante dan sepupunya di Bali dan Malang begitu juga untuk menghubungi farmor dan  farfar. A akan mengambil handphone saya sambil berkata:

”Mama, alo alo mamoo dada (maksudnya farmor dan farfar)”

Atau

”Mama, alo alo Maming, Ayes, Wawa, Nana (kakak Ina), Cece, Caca….” dan dia akan terus mengingat siapa saja dan berusaha menyebutkan nama-nama keluarga yang lain.

Bahkan kalau saatnya tidur, A akan mulai mengoceh:

”Mama bobo, Papa bobo, Ane (Agnes maksudnya) bobo”

Iyaaaaaa….. anak kami sudah bisa menyebut namanya sendiri walaupun belum sempurna. Setelah kegiatan membaca sebelum tidur malam, saya akan memintanya untuk mematikan lampu kamar untuk kemudian tidur.

”Agnes tolong padamkan lampunya yaaa! Terima kasih”

”Ane…papu? (sambil menunjuk dirinya sendiri dan tersenyum lebar dan papu maksudnya lampu) Tia… Mama”

Saling mengucapkan terima kasih ini akan berlanjut dari pengucapan dengan nada tinggi dan rendah sampai putri kesayangan ini merebahkan kepalanya di dada saya. Sejak berumur kurang dari setahun A punya kebiasaan tidur di atas saya dan kebiasaan ini masih berlanjut sampai sekarang walaupun saat ini A sudah tidur sendiri walaupun tempat tidurnya masih berada di satu kamar dengan kami. Sekolah lagi dan Perkembangan ASepertinya agak susah menghentikan kebiasaan ini dan sampai saat inipun saya tidak keberatan, malah saya terkadang merindukan saat-saat seperti ini (contohnya saat saya harus menginap semalam di rumah sakit sendiri karena radang usus). Bagi saya ini adalah suatu keromantisan yang saya harap akan masih bisa saya dapatkan selamanya. Kebahagiaan yang saya rasakan saat A merebahkan kepalanya di dada saya, tidak bisa tergantikan oleh apapun. Hal ini selalu mengingatkan saya saat midwife di rumah sakit memberikan A kepada saya untuk pertama kali. Keromantisan yang membawa pelangi di setiap hari yang saya jalani.

Satu dua kali A terbangun tengah malam dengan menangis atau kesal, namun setelah saya peluk dia akan tertidur lagi. Mungkin dia mendapat mimpi buruk yang setelah saya tanyakan, beberapa teman yang memiliki anak seumuran A juga mengalami hal yang sama. Puji Tuhan mimpi buruk ini tidak sampai membuat dia benar-benar terbangun dan tidak tidur. Ada kalanya anak kami ini agak susah mengutarakan yang dia mau, sehingga terkadang dia akan berteriak kesal dan hampir menangis. Kalau sudah begini biasanya jalan satu-satunya adalah dipeluk oleh saya dan diajak bicara baik-baik. Terkadang saya atau papanya juga salah mengerti apa yang ingin dilakukan, seperti menyisir rambut, pengucapan antara sisir dan gigi itu hampir sama dan jika sudah berada di situasi seperti ini A akan langsung berteriak frustasi. Kejadian seperti ini sudah terjadi beberapa kali, maka sejak itu saya akan main tebak-tebakan antara sisir dan gigi. Saya tidak segan meminta maaf jika saya melakukan kesalahan, terutama jika saya salah mengerti kemauan putri saya namun saya biasakan menambahkan penjelasan kenapa saya tidak mengerti, seperti kejadian saat A tiba-tiba menangis dan bilang:

”Mama, Nane. Bawa Nane…”

Saya mengira A ingin membawa boneka beruangnya yang kami beri nama ’Nalle’ ke dapur saat makan cemilan sore hari. Namun ketika saya suruh mengambil di tempat bonekanya, A masih saja menangis. Setelah saya mengerti bahwa maksud putri saya adalah membawa buku bahasa Swedia yang berjudul *Nasse (hittar en stol)*, saya langsung memeluk A dan meminta maaf:

”Mama minta maaf, tadi Mama tidak mengerti apa yang Agnes mau. Makanya, Mama kan pernah bilang kalau Agnes mau bilang sesuatu sambil menangis, Mama akan susah mengerti seperti tadi itu, Mama bingung antara Nalle sama Nasse”.

Hhihihihihi pada dasarnya saya cerewet jadi saya selalu menjelaskan kenapa begini kenapa begitu sama A. Bahkan ketika A terjatuh dan menangis pun saya akan bujuk untuk berhenti menangis dan setelah menangis saya akan menasehatinya panjang lebar untuk berhati-hati dan mengapa saya memperingati dia untuk berhati-hati. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik buat putri kami ini, terkadang papanya pun terheran-heran kalau saya bisa mengobrol lama dengan A apalagi saat A terjatuh atau tangannya terjepit atau melakukan kesalahan yang lain. Modal saya hanya kasih sayang dan perhatian, saya berusaha sebanyak mungkin menghabiskan waktu dengan A. Menjelaskan segala sesuatu sesuai dengan pengetahuan saya dan menceritakan masa-masa kecil saya yang penuh pelajaran yang membentuk saya seperti sekarang. Terkadang A berusaha membalas cerita saya dengan bahasa bayinya dan terkadang tertawa terbahak-bahak sehingga saya ikut tertawa bersama putri kami ini. Menurut papanya, A itu cerewet karena diturunkan oleh mamanya, jadi harap maklum kalau suatu saat kalian bertemu dengan A dan melihat putri kami ini mengoceh tiada henti hihihihi.

Sekolah lagi dan Perkembangan A

Setiap akhir pekan biasanya ada rutinitas yang harus dilakukan kalau kami memutuskan untuk diam saja di rumah. Rutinitas itu adalah berjalan-jalan keluar rumah (biasanya ke playground di dekat rumah dimana A akan mencoba semua permainan yang ada dan tentu saja papanya akan membantunya, saya? Seperti biasa akan menjadi juru foto walaupun terkadang saya harus meletakkan kamera dan bermain jungkit-jungkitan bertiga bersama A dan papa P. Putri kami ini masih tidak begitu suka difoto, apalagi kalau menurut dia mamanya harus ikut bermain, maka A akan dengan jelas-jelas meminta saya untuk ikut bermain, seperti:

”Mamaaaa, duoduok (seperti suara diftong antara vokal u dan o)”

Tangan mungilnya akan menunjuk ayunan yang diperuntukkan untuk anak-anak lebih besar. Pernah saya mencoba tidak menghiraukan permintaannya dan kesayangan ini berteriak lebih kencang sambil memasang muka kesal. Melihat raut mukanya yang kesal begitu selalu sukses membuat saya tertawa, A selalu saja membawa pelangi dan warna ke dalam keseharian kami.

Akhir pekan adalah juga dimana A lebih banyak menghabiskan waktu dengan papanya. Ada kalanya saya memasak secara maraton untuk membuat persediaan makanan, maka A akan bermain dan bersenang-senang dengan papa P. Kebanyakan mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam di taman bermain dekat rumah, entah itu bermain ayunan ataupun main perosotan. Kalau kebetulan farmor dan farfar di Stockholm, maka kita berlima akan pergi ke taman yang lebih besar dan menghabiskan hari di sana. Kami memang keluarga yang bisa dibilang suka berada di alam, walaupun hanya sekedar berjalan-jalan sambil mengobrol atau sekalian membawa bekal untuk piknik bersama. Kegiatan inipun terkadang tidak mengenal cuaca, saat hujan pun kadang kala kami masih berjalan-jalan sekitar perumahan. Saat kami berkunjung ke utara, maka bisa dipastikan kami akan pergi ke tempat-tempat piknik seperti pinggir sungai atau danau sekedar menemani farfar memancing atau memetik buah berries (entah itu blueberry, lingonberry, cloudberry atau berry berry yang lain). Musim panas tahun ini, kami ingin mengajak A untuk memetik buah strawberry seperti tahun lalu dimana kami datang ke perkebunan yang menyediakan jasa tersebut. Saya tahu, monster strawberry kami ini akan sangat senang.

Hari berlalu dengan cepat, ternyata sudah sore dan saya harus memasak makan malam. Besok ada banyak kegiatan yang ingin saya lakukan saat A di sekolah, salah satunya adalah membuat salah satu alat peraga untuk diperkenalkan dan dimainkan oleh A. Nanti akan saya pasang di sini tentunya. Saya pamit dulu yaaaa… sampai bertemu di cerita yang lain.

Stockholm, dym 06032016

Advertisements

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2016, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography, Tentang A and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Sekolah lagi dan Perkembangan A

  1. Kalo mengikuti tumbuh kembang anak, selalu ada kejutan kecil hampir setiap minggunya ya, dari celotehannya sampai kemampuan barunya.

    Good Job Agnes ❤ ❤

    • dema1497 says:

      Terima kasih tante Melly mmuuuuaaaaachhh
      Iya Bulur, setiap hari ada saja kejutan yang membuat aku takjub dan semakin mengerti kalau anak-anak memiliki daya serap yang tinggi. Harus lebih aktif lagi menstimulasi agar kemampuannya A semakin terasah.

  2. masa masa ini mesti diperhatikan dengan baik yaa, tumbuh kembang anak

    • dema1497 says:

      Iya Mbak, terima kasih 🙂 Maka dari itu saya berusaha menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengan putri saya 🙂 Terima kasih sudah mampir dan meninggalkan pesan ya Mbak 🙂

  3. Pingback: Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi | One step at a time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s