Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

Akhirnya bisa punya waktu untuk duduk dan menulis buat mengisi blog yang sudah lama tidak diisi. Untung saja tidak ada yang menegur selain diri sendiri yang mengingatkan untuk latihan menulis lagi. Sebenarnya duduk di depan laptop itu sering, hampir tiap hari tapi biasanya mengerjakan tugas sekolah atau membalas email dari pre-school nya A, selebihnya tidak ada hehehhehe. Bukan malas yang menghalangi tetapi lebih kepada penggunaan skala prioritas, dimana A dan Papanya masih tetap nomor 1. Jangankan blog ini, untuk membuka Facebook pun saya lupa kapan terakhir kali karena memang sudah lama sekali. Baru hari ini bisa menyapa beberapa teman di Facebook walaupun tidak semua karena seperti biasa ada tugas memanggil. Kalau di Instagram bisa dibilang masih aktif dengan alasan lebih gampang untuk memasukkan foto dan tetap bisa menyalurkan hobi fotografi.

Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

Semenjak menjadi murid sekolah, waktu bermain bersama A otomatis sedikit berkurang walaupun masih terbilang hanya beberapa jam. Sebelum saya memutuskan untuk mempelajari ilmu untuk menjadi asisten guru Taman Kanak-kanak atau dalam bahasa Swedia nya ’barnskötare’ jadual sekolahnya A hanya 6 jam per hari dan 4 hari seminggu, seperti yang sudah saya pernah ceritakan di sini. Jadualnya masih sama, 4 hari seminggu Senin-Kamis namun ada perubahan di hari Selasa dan Kamis dimana A harus tinggal 1,5 jam lebih lama dari hari Senin dan Rabu. Sekolah saya sebenarnya selesai jam 3 sore namun karena jadual kereta hanya setiap 30 menit, makanya saya baru bisa menjemput A pada pukul 16:30. Maka dari itu, hari Jumat biasanya menjadi hari special buat A dan saya dimana kami biasanya melakukan kegiatan seperti berenang, menggambar, bermain dengan warna, bermain di taman belakang, piknik, berkebun atau sekedar berjalan-jalan di kota. Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa A dan Papanya menempati tangga pertama di skala prioritas saya, segala kegiatan tentang A dan Papanya memiliki porsi yang lebih banyak dalam pembagian waktu sehari-hari saya. Setelah mereka barulah sekolah dan urusan rumah tangga. Urusan yang lainnya mengikuti setelah 3 hal tersebut, ini juga salah satunya saat ini saya tidak begitu aktif di Facebook ataupun di blog *grin*.

Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

Kalau perihal menulis di blog sebenarnya saya sangat kangen dan terkadang banyak ide terlewat begitu saja di kepala yang menurut saya amat disayangkan, namun saya mengerti akan pilihan saya. Walaupun kangen, saya mengerti bahwa ada beberapa hal yang lebih penting dari sekedar duduk manis di depan laptop dan bercerita. Mungkin untuk beberapa orang terdengar aneh, namun bagi saya inilah komitmen saya saat ini. Saya sudah membuat pilihan dan itu artinya saya harus menerima segala konsekuensinya, salah satunya tidak bisa menyapa teman-teman di Facebook. Tapi saya yakin, pertemanan itu tidak diukur dengan sesering apa kita bertemu atau bertegur sapa tapi diukur dari berapa dalam kita menerima dan mengerti satu sama lainnya. Saya tahu walaupun saya amat sangat jarang ,muncul di Facebook, teman-teman saya akan tetap ada. Kalau ada yang memilih untuk berlalu, saya tidak bisa memaksa mereka untuk tetap ada bersama saya. Mungkin suatu saat, saya mendapat kesempatan untuk mengucapkan terima kasih sudah pernah singgah dan mengisi halaman buku perjalanan saya. Apakah saya kawatir kalau seandainya tidak punya teman sama sekali? Saya tidak kawatir karena saya nyaman dengan diri sendiri dan saya yakin akan selalu ada orang-orang yang datang dan pergi di kehidupan saya. Sendiri bukan berarti kesepian dan Puji Tuhan saat ini saya sudah memiliki beberapa orang yang saya ajak untuk membangun ’mutual friendship’ dan sahabat-sahabat ini adalah salah satu hal yang membuat saya bersyukur kepada Tuhan.

Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

Menjadi anak sekolah lagi membuka wawasan saya tentang banyak hal. Bukan saja pengetahuan baru namun juga pertemanan baru, kegiatan-kegiatan baru, tantangan baru dan juga mengasah bahasa Swedia saya. Bisa dikatakan bahwa kemampuan bahasa Swedia saya agak menurun karena jarang dipakai, karena sehari-hari saya masih menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi dengan Papa P dan saya menggunakan bahasa Indonesia saat saya berbicara dengan A. Jadi bahasa Swedia digunakan hanya untuk berkomunikasi dengan mertua lewat telepon setiap hari, dengan tetangga, guru-guru A. Alasan ini lah yang membuat saya memutuskan untuk bersekolah lagi dan benar saja, kemampuan saya berbahasa Swedia kembali seperti sebelumnya. Di sekolah kami aktif berdiskusi dan berbagi dalam berbagai hal, mulai dari kegiatan kami sehari-hari di rumah sampai berbagi bagaimana membesarkan anak di negeri Narnia ini. Tidak jarang kami saling memberikan saran dan masukan, saling menginspirasi dan saling memberikan semangat jika ada yang kesulitan dan memerlukan bantuan. Saya benar-benar bersyukur diberi kesempatan berharga ini, walaupun saya kehilangan 3-6 jam waktu saya bersama A per minggu.

Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

Hari ini, saya mendapat sedikit waktu luang karena kebetulan urusan rumah tangga selesai lebih cepat dari sebelumnya dan hasilnya bisa dilihat kalau saya sudah menulis 2 blog post sejauh ini *tersenyum lebar* dan rasanya menyenangkan bisa menulis lagi. Mungkin tidak ada salahnya saya menyelipkan beberapa menit setiap hari untuk menuangkan ide di kepala, jadi kalau kepala sering-sering dikosongkan, maka akan ada tempat baru untuk ide-ide baru. Saya akan berusaha namun saya tidak berjanji bisa menjalankannya, sekali lagi itu tergantung dengan skala prioritas saya.

Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

Saya masih aktif mengambil beberapa foto sebisa mungkin dan teman-teman bisa melihat hasilnya di blog post ini. Malam sudah semakin larut dan saat untuk menyiapkan segala sesuatu besok. Jangan kaget kalau blog ini sepi lagi atauuuu malah lebih aktif? Kita lihat saja *kedip mata*

Stockholm 15052016

Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ketika Menjadi Anak Sekolah Lagi

  1. nyonyasepatu says:

    Fotonya dong jedar bgt 💕

    • dema1497 says:

      Aiiiisss terima kasih atas apresiasinya Mbak Nonik 🙂 dan terima kasih sudah mampir. Masih harus banyak belajar ini mengambil foto dari ahli seperti Mbak Nonik 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s