Di Kala Hujan Menyapa Bumi

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_5 kopia

Hujan seharian di luar sana, sempat keluar sebentar mengantar putri tersayang untuk main air dan berlari di bawah hujan. Mengingatkan aku akan masa kecil, dimana berada di bawah hujan itu adalah suatu momen yang sangat ditunggu-tunggu. Tidak perduli apakah badan sudah basah kuyup dan mulai kedinginan, yang ada hanya sebuah harmoni ketika hujan menyentuh permukaan kulit.

Ketika cuaca seperti ini menghampiri, ada banyak pikir yang mampir di kepala ini. Tentang hidup, tentang langkah yang sudah diambil, tentang mimpi yang sudah tercapai dan bahkan tentang mimpi yang masih belum ada di dalam genggaman. Terlebih hari ini, banyak pikir tentang sebuah pertemanan dan orang-orang di sekitarku.

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_1 kopia

Terkadang, kita merasa bimbang juga kala melihat ke belakang, memutar lagi peristiwa-peristiwa yang beberapa masih menimbulkan tanya yang kembali menyeruak bersamaan dengan mendung yang menutupi langit. Terbersit suatu harapan untuk bisa kembali dan melihat apa sebenernya yang bisa diperbaiki, tapi… ada bisikan pelan,

”Kamu tidak bisa membahagiakan semua orang Deni! Sebaik apapun kamu berusaha, pasti selalu saja ada yang tidak sempurna, pasti ada saja orang yang akan tidak suka denganmu. Namun dari situ kamu belajar, belajar jadi manusia yang lebih baik lagi hari ini”

Ya… aku tersadar! Aku tidak akan bisa membuat semua orang tersenyum dan tertawa. Pasti selalu saja ada cibiran dan omongan negatif di sekitarku. Aku hanya seorang manusia, pasti saja akan melakukan banyak kesalahan. Kesalahan yang nantinya bisa mengajarkan aku apa yang benar, kesalahan yang nantinya bisa aku jadikan salah satu batu pijakan untuk melangkah lagi. Kesalahan yang mengingatkan aku untuk tidak melakukan hal yang sama lagi.

Banyak orang akan datang dan pergi di kehidupanku. Ada yang akan tinggal selamanya, ada yang hanya mampir untuk satu halaman saja, ada juga yang mungkin bersamaku untuk menyelesaikan satu bab dalam buku perjalananku. Setiap orang akan memberikan aku pelajaran tentang hidup, sekarang yang terpenting adalah bagaimana aku bersikap dan belajar dari setiap orang tersebut.

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_2 kopia

Aku yakin, orang-orang yang datang untuk membuatku sedih, sakit hati, kecewa bahkan menangis, adalah orang-orang yang dikirimkan Tuhan buatku untuk belajar. Aku harus membayar karma yang aku buat. Mungkin tanpa sengaja aku menyakiti orang-orang di sekitarku, mungkin saja aku melakukan kesalahan yang aku harus bayar, atau mataku tergelapkan sehingga lupa bahwa aku menjadi sebuah kerikil tajam di kehidupan seseorang. Maka itu, karma akan datang padaku, tanpa bisa aku tolak. Yang aku bisa lakukan adalah membayar lunas, menerima bahwa itu adalah bagian dari sebuah perjalananku. Ada harapan bahwa lebih baik karma itu datang sekarang, saat aku masih kuat dan masih diijinkan untuk bernafas, berpikir dan memperbaiki diri, ameeen. Namun aku hanya manusia, terkadang aku marah dan tidak terima ketika orang-orang menyakitiku. Aku berusaha agar kemarahan itu tidak berlangsung lama, mencoba untuk melepaskan kegundahan itu dan membaca habis halaman itu, untuk bisa menulis lagi di halaman baru. Hari ini, ketika aku mencoba berdiskusi dengan diri sendiri, mencoba melihat apakah ada amarah yang tersisa, aku tidak temukan satu pun. Dan… akupun tersenyum dan siap dengan halaman baru dengan ucapan syukur dan terima kasih.

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_3 kopia

Dalam perjalananku, banyak sekali aku bertemu dengan orang-orang yang bisa aku ajak duduk bersama, menangis bersama, tertawa bersama berbagi suka dan duka. Orang-orang yang menerima aku apa adanya, orang-orang yang sudah tahu kelemahanku namun tetap memilih untuk menemaniku mengisi lembar demi lembar halaman di bukuku. Orang-orang yang tidak segan akan memperingatkan aku jika aku salah melangkah, jika aku salah berucap, ketika aku lupa. Bahagia itu sederhana, bahagia itu bukan memiliki harta yang berlimpah, bahagia itu adalah memiliki orang-orang hebat ini di kehidupanku. Ucapan terima kasih tidak cukup buat menggambarkan betapa aku bersyukur bertemu mereka di jalanku. Doa dan harapan, mereka akan ada bersamaku sampai saat aku menghembuskan nafas terakhirku. Ada kalanya, aku tidak bisa bersama orang-orang tersayang ini setiap saat, terkadang berhari-hari bahkan berbulan-bulan tidak ada sapaan beberapa dari mereka, namun hati kita tahu, kita selalu ada buat satu sama lain saat dibutuhkan. Bagiku hal itu yang terpenting, bukan kebersamaan yang tiada henti, bukan pertemuan setiap detik, bukan sapaan setiap hari, bukan tumpukan hadiah ataupun ratusan pujian. Orang-orang ini adalah harta karunku yang aku akan lakukan apapun untuk membuat mereka tersenyum bahagia.

Di Kala Hujan Menyapa Bumi_4 kopia

Aku masih harus terus belajar dan mengasah diri, masih ada ratusan bahkan ribuan celah yang masih bisa diperbaiki, masih ada tempat untuk menampung ilmu dalam bidang apapun. Aku akan melakukan banyak kesalahan, namun aku tahu kesalahan itu ada untuk jadi sebuah pelajaran, sebuah cambuk, sebuah pengingat untuk bisa lebih kuat dan lebih bijak dalam berbuat, berbicara, berpikir dan mengambil arah kemana kaki ini ingin dilangkahkan, dengan cara apa aku menyambut pagi dan menggapai mimpi. Akan banyak kerikil di depanku, terkadang besar terkadang kecil, sekarang aku yang memutuskan bagaimana aku bersikap ketika kerikil itu ada di depanku. Semoga aku masih diberikan kesempatan lagi untuk membuka mata, mengucap syukur dan menulis dalam lembar-lembar halaman buku kehidupanku. Semoga akan masih banyak pagi, siang dan malam yang aku jumpai dan nikmati bersama yang tersayang dalam hidupku, amen.

Stockholm, dym10062016

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2016, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, nature, photography, Spring, Stockholm, Sweden, thought, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Di Kala Hujan Menyapa Bumi

  1. nyonyasepatu says:

    Amin Den, semoga kita semua bs hidup dengan org2 yg kita sayang ttus ya

  2. Mbok dennnnn *bighugs
    You’re too kind for me….❤❤

    Iya memang kita tidak bisa membahagiakan semua orang, yang penting apa yang kita lakukan baiiiik. pastinya, terbaik buat A😉

    • dema1497 says:

      Terima kasih Bulur, you made my day, big hugs to you too
      Terkadang kita memang harus diingatkan bahwa kita tidak bisa membuat semua orang bahagia Bulur, hanya bisa berbuat dan menanam karma baik, selanjutnya biarkan itu menjadi rahasiaNYA, ameeen🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s