Saya Kangen Bali

Aku Kangen Bali_4

Jangan tanya saya kenapa? Karena saya sendiri tidak tahu apa sebabnya!

Jujur, saya belum pernah merasa kangen yang begitu dalamnya seperti beberapa bulan terakhir ini. Saya sudah merantau sejak tahun 2000 dan sejauh saya ingat, tidak pernah saya terjebak dalam lautan rasa rindu seperti sekarang ini. Dulu, kalau saya kangen, cukup dengan berbicara dengan keluarga di Bali sudah cukup membuat saya terlepas tanpa beban dan menjalani kehidupan saya tanpa ada rasa kangen yang mengganggu pikiran ataupun mengganggu aktivitas saya selama ini. Namun kali ini berbeda… dan yang membuat saya kesal adalah saya tidak bisa menhentikannya seperti dulu. Berkali-kali saya berbicara dengan keluarga dan beberapa teman sepermainan dulu, namun rasa rindu itu tetap melekat…erat!!! Sayapun harus mengaku kalah kali ini, tanpa sebab… tanpa tahu apa yang bisa membantu saya untuk setidaknya menghalau sedikit rasa kangen ini. Saya terjebak!!! (kalau saya boleh gambarkan bagaimana keadaan saya sekarang).

Aku Kangen Bali_5_tonemapped kopia_2

Ini bermulai sejak bulan Maret kemarin, semakin saya berusaha mengatakan pada diri sendiri bahwa rasa kangen ini akan berlalu, semakin rasa itu mengikat saya. Ketika saya mencoba untuk menerima dan menganggap hal ini serius, rasa itu bukannya berkurang, malah tetap memberangus saya dalam kebingungan mencari alasan apa yang sebenarnya yang membuat rasa rindu itu ada. Seperti saya bilang, jangan tanyakan apa yang membuat saya begini, karena saya sendiri masih dalam proses menemukan jawabannya. Sampai saya akhirnya mengakui dan mencoba mencari sudut pandang lain baik itu dari suami tersayang, kakak dan teman namun jawaban itu belum saya genggam. Saya masih berkubang di ketidaktahuan ini. Bahkan rasa kangen ini sempat membuat saya bermimpi beberapa malam tentang Bali, tentang perjalanan yang sebelumnya tidak ada dalam pikiran. Tentang sebuah keinginan untuk diam, hanya dengan diam menyusuri setiap sudut pulau kecil tempat saya dilahirkan. Terkadang saya seperti mendengar suara-suara yang semakin jelas memanggil saya untuk datang, walaupun terkadang saya mencoba menepisnya dengan menyibukkan diri dengan segala kegiatan sebagai ibu, istri, menantu, murid dan berbagai kegiatan dalam keseharian saya. Namun kali ini saya tetap gagal dan saya masih bergelut dengan berbagai tanya dalam diri.

Aku Kangen Bali_3

Anehnya, kali ini saya ingin pergi sendiri. Kalaupun dengan A dan P, dalam pikiran saya terbersit untuk menitipkan A dengan kakak saya dan P mungkin saya carikan kesibukan sendiri seperti bermain golf atau kegiatan lain. Keinginan untuk menjelajah pelosok Bali hanya sendiri saja sudah saya utarakan pada P dan seperti biasa suami tersayang saya ini mengerti dan bahkan menganjurkan saya untuk pergi bersama A saja. Dia tahu bahwa hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya, hal dimana saya yang meminta untuk pulang (biasanya P yang meminta untuk bisa pulang ke Bali, sedangkan saya yang biasanya enggan untuk pulang). Bahkan saya sudah sempat mencari tiket pesawat untuk ke Bali, namun niat itu belum bisa terlaksana hingga saat ini tertulis. Ada beberapa hal yang lebih penting yang harus saya dahulukan walaupun itu artinya saya harus rela merasakan kangen yang terus terang cukup mengganggu. Saya masih berharap dalam waktu dekat rasa ini akan hilang, atau…setidaknya berkurang sampai kesempatan untuk mencium tanah air saya dapatkan lagi.

Aku Kangen Bali_6

Saya cengeng kali ini, menuliskan keinginan ini saja sudah cukup membuat mata saya berair, duduk sendiri di kamar kosong dimana biasanya mertua tidur saat mereka mengunjungi kami di Stockholm. Sebenarnya ingin rasanya menyembunyikan ini hanya untuk keluarga terdekat saja, namun hari ini saya memutuskan untuk menuliskannya dengan harapan ini akan menolong saya. Mungkin dengan mengatakannya pada semesta, maka saya akan menemukan sebuah kedamaian yang bisa saya pakai sebagai pegangan untuk menunggu beberapa bulan lagi, sampai tugas yang ada di hadapan saya selesai. Dalam hal ini, saya tidak takut mencoba walaupun mungkin ini akan terlihat seperti sebuah kelemahan, saya pun tidak ragu mengatakan kalau saya lemah kali ini.

Aku Kangen Bali_7

Tadi sempat berdiskusi tentang kemungkinan untuk saya dan A pulang, pada bulan-bulan dimana P memilih untuk tinggal di Swedia dan memberikan saya kesempatan untuk menikmati Bali hanya dengan putri kami. Memberikan saya waktu untuk mencari jawaban itu sendiri, mungkin ada sesuatu yang harus saya selesaikan sendiri, tanpa bantuan orang lain. Saya merasa seperti ada yang menunggu saya di pulau kecil itu, suara-suara yang nantinya bisa saya ajak diskusi dan mencari jalan terbaik untuk ke depannya. Jujur, saya tidak mau berlama-lama berada di situasi seperti ini. Saya sadari, ada tugas yang belum saya sempat saya selesaikan ketika saya pulang tahun lalu. Mungkin tugas inilah yang menghantui saya untuk dijalani, untuk diresapi dan untuk dihadapi sendirian saja.

Aku Kangen Bali_6

Lagu-lagu Indonesia dari Chrisye, Iwan Fals, Padi, Dewa 19, Sheila on 7 menemani saya perlahan mengetik kata-kata terakhir untuk kali ini. Saya merasa lebih baik walaupun kangen itu masih ada. Setidaknya airmata ini sudah terhenti dan saya siap menikmati sisa hari kali ini. Menemani A bermain dan memanfaatkan sisa liburan musim panas yang hanya tinggal beberaa hari. Minggu depan kami sudah kembali ke kegiatan masing-masing, P kembali bergelut dengan pekerjaannya, A kembali ke pre-school dan saya kembali sibuk dengan buku-buku dan bertemu dengan teman-teman yang hampir 2 bulan ini tidak saling bersua walaupun komunikasi masih kami lakukan lewat aplikasi Whatsapp.

Aku Kangen Bali_1

Terima kasih teman, sudah mau mendengarkan saya kali ini. Saya akan baik-baik saja *tersenyum samar penuh harap*.

Stockholm, dym02082016

Aku Kangen Bali_2

Advertisements

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2016, Bali, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Saya Kangen Bali

  1. Kamu pasti bisa mbok deeeen…. jika ada urusan yang dirasa belum selesai, percayakan dan titipkan padaNya, dari jauh pasti DIA yang akan menjaganya dan memberikan jalan keluar terbaik, inshaaAllah.

    Baca tulisan ini seperti ngaca, karena aku pun kangen juga 🙂

    i will be here wit you dear… ❤

    • dema1497 says:

      Ameeeen, terima kasih Bulur. Aku sudah merasa baikan, entah kenapa kali ini agak lebih menggila bahkan sempat menghirup bau khas rumah di Bali tapi ya memang harus ikhlas dan menitipkannya dulu sama Tuhan 🙂 Sekali lagi terima kasih atas suntikan semangatnya Bulur sayang *peluk kenceng* You made my day and sending you so much love Bulur *kecups*

      • Indeed !!! aku senang baca tulisanmu “menitipkan dulu sama Tuhan”, yaaah apalah kita ini tanpaNya, inshaaAllah DIA sebaik baik penjaga ❤ ❤

      • dema1497 says:

        Iya Bulur, siapalah kita, hanya anak-anak DIA yang masih harus belajar banyak tentang kehidupan dan berusaha menyelesaikan tugas di dunia ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih Bulur, peluk kenceng Bulur 🙂

  2. tu2t widhi says:

    Semoga apa yang doharapkan dan diinginkan twrcapai. Kangen tak berujung itu emang.. hah.. speechless rasanya.. wish you all the best ya, den..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s