Hadiah Hari Pernikahan

Hadiah Hari Pernikahan

2 hari yang lalu kami merayakan hari pernikahan yang ke 11 dan sekaligus ulang tahun Papa P tersayang. Tidak ada perayaan istimewa, tidak juga hadiah, hanya ucapan dan peluk erat tanda sayang di pagi hari. Ini memang kebiasaan kami setiap merayakan hari yang buat kebanyakan orang termasuk istimewa dan kebiasaan ini sudah kami lakukan bertahun-tahun. Kami berpendapat bahwa tidak harus ada perayaan istimewa pada tanggal tertentu karena kami bisa merayakan kapan saja kami mau, seperti hari ini.

Walaupun sudah 2 hari lewat, tiba-tiba saja Papa P ingin merayakan sesuatu dengan istri dan anaknya, oleh karena itu Papa P memutuskan untuk pulang lebih cepat, membeli bahan makanan untuk barbeque dan membeli kue. Waktu bicara ditelepon, Papa P bilang ada yang aneh karena perasaan untuk merayakan sesuatu itu datangnya tanpa ada angin dan hujan. Anehnya lagi, dia tidak merasakan bahwa perayaan ini untuk hari ulang tahunnya atau hari pernikahan kami. Saya hanya tertawa saja dan Papa P merasa ada yang janggal di tawa saya lalu menanyakan kenapa, saya bilang saya bahwa saya sebenarnya punya berita bagus yang niat awalnya ingin saya berikan sebagai kejutan, tapi tidak apalah kalau saya bilang langsung lewat telepon. Iya, saya menandatangani kontrak kerja hari ini, saya pun tidak pernah menyangka akan mendapat pekerjaan secepat ini, Puji Tuhan, saya mendapat rejeki yang saya yakin memang jatah saya.

Hadiah Hari Pernikahan

Tadi pagi, saya dan salah satu mentor saya di tempat saya praktik berbagi tentang keinginan saya untuk bekerja di sekolah ini. Pertimbangannya adalah, saya sudah mulai kenal dekat dengan anak-anak dan malah ada beberapa yang lengket dengan saya dan selalu mencari saya kalau ada yang ingin mereka lakukan seperti menari, membaca buku atau hanya sekedar bermain kejar-kejaran di taman. Selain itu sekolah ini jaraknya hanya 2 km dan membutuhkan waktu hanya 7 menit dengan mengendarai sepeda, praktis dan saya merasa betah. Saya dianjurkan untuk mengirim email malam ini dan saya pun berpikir akan menyusun kata-kata untuk surat pengantar di email saat istirahat makan siang. Setelah menidurkan anak-anak, saya pun pergi ke ruangan dimana biasanya para guru beristirahat sebelum kembali beraktifitas. Baru saja 10 menit berada di ruangan tersebut, salah satu kepala sekolah masuk dan menyapa saya. Menanyakan bagaimana praktik saya selama ini yang memasuki minggu ke 2. Setelah beliau tahu bahwa saya betah dan semua baik-baik saja, beliau langsung menyuruh saya ke ruangan beliau untuk membicarakan sesuatu. Saya pun merasa biasa saja, mungkin beliau ingin memberikan evaluasi, pikir saya. Setelah duduk, beliau mengatakan bahwa beliau mendengar keinginan saya untuk bekerja di sana. Tanda ada tanda-tanda akan ada badai, beliau langsung menawarkan posisi sebagai pegawai tetap. Saya sempat berpikir sebelum akhirnya dengan amat sayang harus saya lepas karena saya lebih mementingkan untuk menyelesaikan sekolah asisten guru TK saya terlebih dahulu. Sebenarnya tawarannya sangat menggiurkan namun menurut saya, pendidikan ini nantinya akan lebih penting sebagai batu loncatan di masa depan. Setelah kami membicarakan lebih lanjut, akhirnya beliau menawarkan untuk bekerja paruh waktu sampai saya memutuskan sendiri kapan saya siap menjadi pegawai tetap. Kontrakpun akhirnya disetujui dan saya menandatangani saat istirahat, beberapa kali beliau menyatakan betapa senangnya beliau mengetahui saya ingin bekerja di sana. Saat ini saya masih kerja praktik sampai akhir bulan September dan kontrak saya mulai pada awal Oktober. Saya sangat berterima kasih dan bersyukur diberikan rejeki yang tidak semua orang mendapat tawaran yang sama. Mentor saya pun berteriak senang ketika saya beritahukan bahwa saya sudah menandatangani kontrak dan saya pun sangat berterima kasih atas bantuan mentor saya ini untuk memberitahukan pimpinan sekolah akan keinginan saya.

Hadiah Hari Pernikahan

Selain itu, ada hal yang menggembirakan juga yang membuat saya senang, ketika salah satu anak didik saya akhirnya mampu menyebut nama saya. Sebelumnya dia selalu memanggil saya dengan sebutan Mama dengan ekspresi yang selalu berhasil membuat saya tertawa terbahak-bahak saking lucunya. Hari ini hampir semua memeluk saya begitu saya memasuki ruangan kelas dan mendapat pelukan dari lengan-lengan kecil itu membuat saya meleleh dan tertawa bahagia. Sejak saya mulai praktik tanggal 5 September lalu, ada seorang gadis kecil yang amat sangat dekat dengan saya sejak hari pertama. Setelah bangun dari tidur siang, dia tidak mau duduk bersama yang lain, dia akan langsung menuju saya tanpa peduli kalau pangkuan saya sudah dipenuhi 2-3 anak yang lain. Semua tahu bahwa saya adalah guru favorit gadis kecil ini. Hari ini, sudah banyak kemajuan yang dicapai gadis kecil ini, dari bermain bola, bermain kejar-kejaran dan berhasil menunjuk setiap teman yang saya sebutkan namanya, gadis kecil ini baru berumur 1,5 tahun. Senang sekali melihat perkembangan anak-anak didik dan memperhatikan karakter tiap anak. Saya bersyukur saya bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar tanpa biaya sedikitpun di negara ini untuk selanjutnya bekerja dengan anak-anak seperti yang sekarang saya jalani, di negara ini juga saya diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk menggali potensi yang saya miliki.

Hadiah Hari Pernikahan

Tidak saya pungkiri kalau tahun-tahun pertama di negara ini tidak sama seperti waktu saya tinggal di negara lain namun negeri kulkas ini banyak mengajarkan saya tentang hidup. Tentang bagaimana kita belajar memberikan semangat kepada diri sendiri ketika berada di bawah dan belajar banyak dari 4 musim yang ada di negeri ini, belajar dari alam jika bisa dikatakan secara sederhana.

Satu mimpi sudah saya raih hari ini dan masih banyak mimpi yang ingin saya bisa raih dengan kedua tangan ini. Hari ini kami merayakan sebuah rejeki dari Tuhan, rejeki yang kami sepakati sebagai hadiah di hari pernikahan kami dan sekaligus ulang tahun Papa P. Atas ijin Tuhan, ada banyak kebahagiaan yang akan menghampiri dan pantas menjadi milik kita, jika kita mau berusaha belajar akan segala hal, menghargai apapun yang ada di jalan kehidupan kita, baik dan buruk adalah pelajaran untuk menjadi manusia lebih baik.

Saatnya untuk merangkai mimpi yang lain, semoga bisa lebih rajin menulis lagi (salah satu mimpi saya) dan menuangkan cerita dalam bentuk tulisan.

Stockholm, dym 14092016

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2016, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, nature, photography and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Hadiah Hari Pernikahan

  1. Di' says:

    Selamat, Deni sayang! Aku ikut senang membaca ceritamu. Semoga pekerjaanmu bisa membawa kebahagiaan batin dan menjadikanmu guru yang terbaik.

    Peluk erat.

  2. denaldd says:

    Deni, selamat ulang tahun pernikahan yg ke 11 ya, tetap bahagia dan langgeng selalu. Selamat ulangtahun untuk Papa P, sehat selalu. Dan selamat untuk kontrak kerja kamu, semoga ini awal untuk memintal mimpi lainnya. Wiihh selamatnya banyaaakk yaa haha. Sukses selalu Deni!

    • dema1497 says:

      Amen, amen, ameeeeen terima kasih kembaran atas doa-doanya. Maafkan aku jarang main ke ‘tempatmu’ masih belum menemukan waktu yang santai buat menikmati ceritamu. Sukses dan doa yang sama buatmu kembaran.

  3. Selamat Deniiiii, bekerja dengan hati rasanya lebih nikmat yaaa….
    Semoga makin banyak pendidik yang menempatkan hatinya dan kerjanya untuk anak anak ❤ ❤ ❤

    what a lucky A, being as your daughter ❤ ❤

    • dema1497 says:

      Aaaaah BUlur, kata-katamu selalu mampu menyejukkan hatiku (peluuukk kenceng Bulur). Terima kasih Bulur, iya sepertinya aku sudah menemukan ‘element’ ku dimana aku tidak merasa bekerja berada diantara anak-anak tersebut.
      It is lucky me to be chosen by God to be A’s mother Bulur. Peluk Bulur lagi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s