Hari Rabu dan Inspirasi

Pagi ini diawali dengan putri saya yang mengatakan tidak mau sekolah, ketika ditanya dia hanya bilang kalau baby Nalle, bonek beruang kecilnya tidak mau sekolah. Saya tersenyum dan mencoba menceritakan bahwa saya dulu juga sempat seperti dia, malas sekolah namun saya jalan saja ke sekolah dan saya bilang sama A, kita lihat kalau setelah bertemu dengan teman-teman dan gurunya apakah masih tidak mau sekolah. Saya bilang, kalau memang begitu, saya akan biarkan A menghabiskan hari dengan Mamanya. Seperti biasa putri saya mengikuti anjuran yang saya berikan dan kami berhasil bersiap-siap dan mulai berjalan ke sekolah A yang jaraknya 600 meter saja dari rumah.

Sepanjang perjalanan, mulut saya masih menceritakan pengalaman sekolah saya waktu kecil di Bali. Saya berbagi bahwa berjalan kaki ke sekolah bukanlah hal yang baru bagi saya, walaupun dari rumah ke sekolah berjarak 1,7 km dan biasanya saya berjalan ditemani kakak ketika masih kecil namun saat sudah mulai kelas 5 SD, saya bisa pulang sendiri tanpa ditemani. Ketika saya lirik putri kami yang berjalan pelan, mukanya terlihat berpikir dan ketika dia menangkap basah tatapan saya, senyuman dan elusan sayang saya berikan kepadanya. A tidak banyak bicara sampai kita memasuki gerbang sekolah, tampak Olivia teman baiknya menghampiri dan A langsung tersenyum meminta ijin saya untuk bermain dengan Olivia. Setelah bercakap-cakap sebentar dengan guru A, saya menanyakan apakah A masih ingin sekolah dan saya sudah tahu jawabannya, putri tersayang ini memilih untuk tinggal dan bermain dengan temannya. Saya berjanji bahwa Papa akan menjemputnya nanti sore. Setelah memberi kecupan dan salam semoga dia mempunyai hari yang indah, saya beranjak menuju rumah untuk mengambil perlengkapan sebelum menuju stasiun kereta yang berjarak 400 meter saja.

Siang saya bertemu dengan teman untuk membeli tahu sekalian makan siang bersama. Kami sempat mengobrol banyak karena memang sudah lama sekali tidak bertemu walaupun dulunya kami satu sekolah dalam menempuh pendidikan asisten guru TK. Jurusan yang sama namun berbeda tahun ajaran saja, saya lulus terlebih dahulu dan senang rasanya mendengar bahwa guru-guru yang dulu mengajar saya masih ada di KUI, sekolah dimana kami mendapatkan pendidikan tentang anak. Tidak terasa kami mengobrol hampir 2 jam lamanya dan percakapan masih dilanjutkan sampai di Hongkong Trading, toko Asia dimana kami bisa membeli bahan-bahan untuk membuat masakan Indonesia. Di toko itu juga kami berpisah dan berharap akan bertemu lagi setelah dia kembali dari liburan ke Indonesia. Saya tinggal sebentar di toko tersebut untuk membeli bahan untuk membuat soto ayam buat seorang teman yang akan berkunjung dan menginap di rumah besok.

Bahan belanjaan sudah ada di tas IKEA kecil milik saya, entah kenapa tiba-tiba saya mendapat inspirasi untuk mampir ke Slöjd Detaljer, toko dimana biasanya prang-orang membeli bahan-bahan untuk pekerjaan tangan dan kebetulan toko ini lebih murah dari toko lain yang bernama Panduro. Ketika memasuki areal toko, kaki beranjak membawa saya ke sebuah pojok dimana kertas lipat berada dan sayapun tersenyum lebar karena di hadapan saya, nampak satu bundel kertas origami yang tebal dan warnanya sangat menggugah selera saya untuk membeli. Segera saja saya menghitung dengan kalkulator apakah perkiraan tentang murah dan tidaknya kertas tersebut benar adanya dan setelah melihat angka di kalkulator, tangan saya langsung memasukkan 2 bundel kertas di keranjang belanja. Otak saya mulai berputar dengan berbagai macam kerajinan tangan yang bisa saya buat untuk berbagai kegiatan. Toko ini sangat sarat inspirasi menurut saya dan biasanya saya betah untuk berjalan-jalan dan memperhatikan setiap barang yang ada sambil ide-ide bermunculan di kepala. Ingin rasanya mengerjakan semua ide tersebut namun saya tahu yang paling utama saat ini adalah beberapa proyek yang harus saya selesaikan sebelum saya bekerja nantinya. Kertas origami ini akan sangat membantu saya untuk bisa menarik minat anak didik untuk duduk bersama saya dan membuat berbagai macam bentuk yang bisa mereka pakai untuk melatih motorik halus.

Sampai rumah, tangan sudah gatal ingin memulai tapi saya harus bersih-bersih dan merapikan rumah terlebih dahulu. Cucian bersih menumpuk di ruang cuci dan saya butuh keranjang kosong untuk menaruh cucian kotor. Melihat saya merapikan rumah, A bermain bersama Papanya namun ketika waktunya tidur, A yang biasanya dikeloni Papanya, meminta saya menemani dia tidur malam ini. Sepertinya anak ini kangen tidur dan bercerita dengan Mamanya, benar saja ketika kami merebahkan badan berdua di kasur kecilnya, A meminta saya untuk berdoa secara Hindu dan Kristen. Gayatri Mantram bait pertama saya lantunkan diiringi dengan A yang berusaha mengucapkan setiap kata Sansekerta tersebut dengan sempurna. Setelah itu kami saling menceritakan dan bertanya apa yang kami lakukan hari ini, A bertanya apakah lain kali Albyn dan Olivia boleh mampir dan bermain air di kolam kecil yang nangkring di taman belakang. Saya menjelaskan bahwa kami harus menanyakan dulu kepada orang tua Albyn dan Olivia kapan mereka bisa bermain bersama di rumah kami. A setuju dan menguap sebelum memindahkan tangan saya untuk memeluk tubuhnya yang malam ini tanpa baju. Saya elus halus punggungnya sambil mulut saya mencium dahinya beberapa kali sampai putri kami ini tertidur lelap.

Turun ke lantai bawah saya melanjutkan membersihkan dapur karena besok ada 2 kegiatan yang harus saya kerjakan seharian, dokter gigi di kota dan setelah itu mengantar A untuk ke Puskesmas untuk kontrol 3 tahun dan setelahnya kami akan ke kota untuk menjemput teman yang akan datang dengan bayinya. Setelah bersih, jam sudah menunjukkan 15 menit sebelum pukul 11 malam. Saya sempatkan menulis beberapa patah kata untuk mengingatkan diri ini bahwa hari ini tanpa saya rencanakan, saya mendapat banyak inspirasi dan semoga nanti di akhir pekan saya bisa bekerja sedikit dengan kertas origami yang saya punya. Saya pamit dulu karena harus bangun lebih pagi besok, selamat malam dan sampai ketemu besok ya teman-teman.

Stockholm, demaodyssey 14062017

Advertisements

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in #NulisRandom2017, 2017, Being 40, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, photography and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Hari Rabu dan Inspirasi

  1. nyonyasepatu says:

    Pinter bgt tetep ajak sekolah dan liat apa yg bakalan terjadi nantinya 👍🏼

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s