Hari Pertama di Tahun 2018

Tidak banyak yang dikerjakan pada hari pertama di tahun baru ini. Selain membersihkan rumah, kami bersantai dan mencoba untuk menyiapkan segala sesuatu untuk memulai kegiatan seperti biasanya besok, dimana saya akan kembali bekerja penuh waktu sebagai guru TK, P akan bekerja kembali ke kantornya dan gadis kecil kami akan kembali menikmati hari-hari bersama teman-teman dan guru-gurunya di TK (preschool kalau mau lebih spesifik).

Tidak banyak yang berubah di keseharian kami di awal tahun 2018, masih menjalankan rutinitas yang sama, atau mungkin masih terlalu awal untuk membuat sebuah perubahan atau langkah baru. Beberapa rencana dan keinginan sudah kami tulis, setidaknya untuk melihat secara garis besar, tahun 2018 apa saja mimpi yang ingin kami raih dalam genggaman. Seperti tahun lalu, kami tidak membuat resolusi yang harus kami laksanakan, kami ikuti saja kemana air mengalir dan tetap berusaha meneruskan daftar mimpi dan pengharapan yang kami ingin wujudkan dalam bentuk nyata.

Tahun 2017 bisa dikatakan banyak pembelajaran yang saya sebagai individu dapatkan, baik itu yang menyenangkan atau pun yang kurang menyenangkan. Saya mendapat tantangan yang cukup sehingga saya semakin belajar untuk berdamai dengan diri sendiri. Terkadang masih lupa tapi ada banyak hal yang mengingatkan saya, jadi emosi yang biasanya dalam hitungan jam saya bisa kurangi dalam hitungan menit. Masih harus belajar banyak di tahun ini dan berharap nantinya saya bisa menguranginya dalam bentuk detik dan terakhir mungkin dalam bentuk senyum, karena saya ingin memberi contoh yang baik kepada A, putri tersayang kami.

Saya mendapat rejeki dan kesempatan untuk bekerja penuh waktu lagi yang dimulai bulan September tahun lalu. Setelah lama vakum dari pekerjaan penuh waktu, saya mendapat tantangan baru, baik itu dalam hal administrasi dan juga berinteraksi dengan berbagai macam persoalan dan karakter. Menjadi guru adalah pekerjaan yang saya nikmati sekali prosesnya, dari berinteraksi dengan anak didik, dengan orang tua mereka, dengan sesama rekan sejawat dan juga dengan atasan. Banyak ilmu yang saya dapatkan sekaligus melatih kesabaran dan selalu berusaha menemukan metode-metode atau cara bagaimana saya bisa menjadi pelengkap orang tua dan membantu anak didik saya tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya. Bisa saya katakan, saya mempunyai anak lebih dari satu sekarang karena 5 hari seminggu saya menghabiskan waktu 40 jam bersama 17 anak didik di TK. Sekali lagi, saya menikmati waktu saya bersama mereka dan kami bersama-sama mengenyam prosesnya dan belajar dari kebersamaan kami.

Ada beberapa teman yang menanyakan keberadaan saya baik itu di Facebook, Instagram atau di blog ini karena memang saya agak jarang menulis dan mengunduh foto lagi. Kalau Facebook, memang sudah lama saya jarang membuka atau sekedar menyapa teman-teman karena alasannya adalah waktu yang saya punya, saya pakai lebih banyak untuk bermain dengan A. Jadi sejak putri saya semakin besar, saya lebih banyak bermain dan menghabiskan waktu bersama di keseharian kami, namun saya masih aktif di Instagram dan blog karena saat itu status saya masih pelajar dan belum bekerja. Sesekali saya masih menulis dan menyapa teman-teman ketika A berada di TK dan saya mempunyai waktu luang dan tugas sekolah sudah saya kerjakan semua. Namun sejak saya bekerja penuh waktu, bisa dibilang kegiatan saya di sosial media berkurang drastis karena waktu saya untuk A ditujukan ke pekerjaan, jadi saya pergunakan waktu untuk bersosial media untuk bermain bersama A. Itu alasan mengapa saya jarang berinteraksi dengan dunia maya. Bagi saya, yang utama adalah pemenuhan waktu untuk bersama keluarga yang paling utama, setelah itu pekerjaan saya, dan untuk hal-hal lain bisa menunggu saat saya benar-benar mempunyai waktu luang terutama untuk dihabiskan di Facebook dan Instagram.

Sebenarnya A sudah terbiasa bermain sendiri dan menggunakan imajinasinya untuk mengarang cerita dengan Lego atau beberapa mainannya. Kalau melihat kemampuan gadis kecil ini, yang sudah bisa bermain berjam-jam tanpa harus ditemani, bisa dilihat saya mempunyai waktu untuk bersosial media, tapi kenapa saya tidak melakukannya? Karena saya lebih memilih membaca buku di sebelah tempat A bermain atau melakukan kegiatan yang saya tekuni saat ini yaitu origami, paper wicker art atau mencari ide-ide baru untuk kegiatan yang nantinya akan saya lakukan dengan A atau dengan anak didik saya. Bagi saya, dengan duduk bersama A, saya bisa memantau sejauh mana putri kami mampu berimajinasi dan melihat perkembangannya secara lebih dekat dan detail. Terkadang saya memberikan beberapa pertanyaan dalam bahasa Indonesia, menolongnya jika ada sesuatu hal yang tidak bisa A lakukan atau sekedar melatih kesabarannya dan menuntun dia terutama saat dia kesal tidak bisa melakukan sesuatu (sudah mencoba beberapa kali namun belum berhasil). Seperti saat ini, saya menulis ini sambil duduk di satu meja dengan A yang sibuk bermain dengan Lego Friends hadiah Natal dari kami dan sepupunya. Terkadang A meminta saya berbicara di salah satu karakter di ceritanya, saya dengan senang hati melakukannya, seperti beberapa saat yang lalu, A meminta saya berperan sebagai Mama dari Marshall (salah satu karakter Paw Patrol) yang akan pergi menolong Marshall yang tersesat. Saya berhenti sejenak menulis dan bermain untuk beberapa menit memenuhi permintaan putri kami sebagai pelengkap cerita fantasinya.

Namun ada keinginan merekam kembali jejak dan aktif menulis lagi setidaknya di blog ini. Saya akan berusaha setidaknya meluangkan waktu untuk menuliskan beberapa patah kata, setidaknya ada sesuatu yang saya bisa wariskan kepada A dan sebagai pemicu semangat putri saya untuk berbicara bahasa Indonesia. Terus terang ada rasa kangen menuangkan buah pikiran dan bermain dengan kata-kata sekaligus mendengarkan bunyi huruf-huruf yang tertekan oleh jari saya untuk menghasilkan kalimat demi kalimat, seperti saat ini. Ada kebahagiaan menyusup di dalam sana saat mata saya membaca lagi baris demi baris yang tersusun di depan saya. Mungkin memang saya harus lebih pintar membagi waktu antara origami, pencarian ide, membaca buku dan menulis saat saya menemani A bermain setiap harinya. Saya tidak berjanji namun seperti yang saya sudah katakan di atas, saya akan berusaha.

A masih asyik bermain di samping saya dan waktu sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore. Saya pamit dulu, ada beberapa hal yang harus saya kerjakan sebelum rutinitas bersama A yang artinya membaca beberapa buku sebelum tidur. Sampai jumpa lagi di tulisan selanjutnya.

Haninge, demaodyssey 01012018

Advertisements

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2018, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, cerita harian, JejakdiJanuari, Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Hari Pertama di Tahun 2018

  1. Pingback: Sebuah Penjelasan, Harap dan Doa | One step at a time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s