Gadis Kecil, Kesendirian dan Kesepian

Seorang gadis kecil duduk di depanku, menatapku saat aku asik menuliskan dan membiarkan jemariku menari di papan-papan huruf di depanku. Pikiranku tentu saja tidak terfokus ke wajah mungilnya, namun lebih mengembara bersama kata demi kata yang ingin aku rangkaikan. Aku hampir saja melupakan keberadaannya ketika dari bibirnya yang mungil kudengar…

”Kamu pernah merasa sendiri?”

”Sering” jawabku singkat masih mencoba untuk tidak kehilangan fokus tentang apa yang akan aku tulis di lembaran kosong di layar komputerku.

”Kalau merasa kesepian?” tanyanya lagi namun kali ini matanya menatapku lebih tajam.

Aku balas menatap bola matanya yang coklat kehitaman sembari menghentikan gerakan jemariku,

”Tidak pernah sekalipun” jawabku dengan senyuman.

Rasa berdosa menghampiri karena aku merasa telah mengacuhkannya sedangkan dia sepertinya ingin mengobrol lebih banyak lagi. Kututup saja layar komputerku dan bersiap memberikan waktuku untuknya, mungkin ada hal yang kami berdua harus pelajari berdua dengan diskusi dan obrolan ringan.

Dia menatapku acuh dan memperbaiki posisi duduknya. Memainkan rambutnya yang hampir menyentuh pundaknya, kelihatan sekali dia memberikan aku kesempatan untuk mengambil botol air yang berwarna kuning, mengisinya dengan air putih dari keran dan bersiap duduk di hadapannya. Benar saja, ketika aku sudah nyaman berada di salah satu kursi kayu yang sudah berumur pulhan tahun, si gadis kecil ini melanjutkan keingintahuannya.

”Katamu, tidak pernah sekalipun merasa kesepian walaupun kamu sering sendirian, bisa dijelaskan maksudmu karena sepertinya itu tidak masuk akal sama sekali. Bukankah kesendirian itu erat berhubungan dengan kesepian dan juga sebaliknya?”

”Kesepian itu amat sangat berbeda dengan kesendirian, ini menurutku yaaaa, ini pendapat pribadiku. Kita bisa saja sendiri namun tidak merasa sepi, namun kita bisa kesepian di tengah keramaian. Kesendirian itu biasanya pilihan yang kita ambil secara sadar dan terkadang kita menginginkan kesendirian tersebut sesekali dalam kehidupan yang kita jalani ini. Namun kesepian itu biasanya sesuatu yang tidak kita sadari sebelumnya, namun perlahan-lahan ada tanpa kita bisa cegah atau hindari. Seperti yang aku katakan sebelumnya, kamu bisa saja merasa kesepian saat kamu berada diantara banyak orang, baik itu teman, saudara atau bahkan dalam sebuah konser musik sekalipun. Jadi aku sering dan menikmati saat aku sendiri karena biasanya dengan kesendirian aku bisa berhenti sejenak, melihat apa saja yang sudah aku lakukan dan hal-hal apa yang ingin aku lakukan. Bahkan dengan kesendirian biasanya aku mengisi lagi baterai dan semangat yang mungkin sudah terkuras sebelumnya dan berada di titik terbawah. Aku belum pernah merasa kesepian, aku sendiri tidak tahu kenapa. Hmmmm, mungkin karena aku nyaman sendiri? Mungkin juga ya, atau mungkin karena aku bahagia dengan apa yang aku miliki. Hidup, aku lihat bukan sebuah beban namun sebuah perjalanan seorang pelajar yang sedang menimba ilmu dengan melewati berbagai proses baik itu baik dan buruk di Universitas Kehidupan. Ini kemungkinan yang aku bisa pikirkan saat ini. Nanti deh, kalau aku menemukan kemungkinan lain, aku akan panggil kamu lagi dan akan aku kabarkan.”

Dia masih terdiam, namun matanya menerawang sepertinya dia berada di dunianya. Apakah dia mengerti apa yang sudah aku jabarkan? Melihatnya seperti itu, ada keinginan untuk memberinya lebih banyak pengertian akan makna kesendirian dan kesepian bagiku, setidaknya. Mungkin saja dia mendengar penjelasan yang lain dan sekarang berada dalam pertimbangan yang mana yang harus dia dengar dan simpan. Semoga saja dia bisa mengerti apapun informasi yang nanti diputuskannya untuk dipakai dan diterapkan di perjalanannya menuntaskan tugas.

Aku termasuk orang yang sebenarnya suka menyendiri, bukan sekarang saja namun sejak aku kecil. Mengapa aku bilang aku tidak pernah merasa kesepian, karena ada alam yang selalu siap menemaniku. Dulu, laut di dekat rumah adalah teman sejati yang menemaniku mencari jawab setiap tanya yang ada, teman yang menghapus air mataku dengan caranya sendiri, teman yang terkadang menolong aku menemukan makna yang sedang aku cari, teman yang menerimaku tanpa persyaratan apapun. Aaaahhh… aku jadi kangen laut itu! Di rumah keduaku, tanaman adalah pengganti laut yang tidak aku dapatkan. Terkadang aku bisa menghabiskan waktuku bercerita dengan tanaman yang aku punya, begitu juga jarum rajut yang dengan setia menemaniku mengembara dalam benak, walaupun aku sering berada sendirian di rumah, aku tidak pernah kesepian. Pernah aku dengar bahwa kesepian itu adalah suatu kondisi yang tidak mengenakkan, merasa sepi walaupun berada dalam keramaian. Merasa sepi walaupun memiliki banyak teman dan saudara, mungkin keadaan itu lebih susah daripada kesendirian itu sendiri. Jujur, dalam kesendirian aku belajar banyak, berusaha memperbaiki kesalahan dan dosa yang aku buat, mencoba mencari jalan terbaik untuk mengumpulkan tulisan-tulisan pertanggungjawaban yang nantinya akan aku bawa menghadapNYA. Aku menikmati keberadaanku dalam kesendirian, tidak sepi karena selalu saja ada teman (laut, air, tanaman, jarum rajut dan benang) yang bisa aku andalkan dimana komunikasi yang kami punya unik dan tidak tergantikan. Sendiri bukan berarti sepi, karena menurutku toh nantinya aku akan sendiri saat liang lahat atau lautan mengantarkanku ke gerbang awal perjalananku selanjutnya.

Gadis kecil itu masih tampak merenungkan apa yang aku katakan, raut wajahnya masih datar namun matanya mengatakan hal lain. Aku ambil botol minum di depanku dan menenggak setengah dari isinya. Ada bimbang dalam diri, apakah harus aku diam atau aku buyarkan keasikannya berkelana dalam diam?

”Jalani karmamu, engkau sedang dipahat untuk menjadi sebuah patung yang unik. Jangan takut akan kesendirian karena sejatinya dalam kesendirian engkau akan temukan dirimu seutuhnya. Walaupun suatu saat kesepian menyapamu, yakinlah bahwa kamu bisa berteman dan mampu melepas kesepian itu dengan mudah, jika waktunya tepat dan ada mau dalam niatmu”

 

Haninge 08082020

About dema1497

A Balinese who is currently living in Stockholm, Sweden. I love to write almost about everything and it helps me to understand more about myself and life.I love traveling, where I can learn a lot about other cultures, I love reading where I can improve my languages skill and learn about others through their works, and photography is one of my passions where I learn to understand nature deeper. I am a dream catcher... and will always be! Thank you for stopping by and hope you enjoy to read my posts. Take care
This entry was posted in 2020, catatan perjalanan, Catatan prajurit kecil, Jejak 2020 and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.